Kamis, 26 Mei 22

Mudik Lebaran, Cicipi Empal Gentong

Mudik Lebaran, Cicipi Empal Gentong

Cirebon, Obsessionnews.com- Lupakan kemacetan panjang, lupakan lelah, jika sudah mencicipi empal gentong khas Cirebon. Jika Anda mudik, luwangkan waktu mampir ke Cirebon, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Raya Tani Tengah, untuk mencoba empal gentong atau garang asam.

Salah satu yang terkenal di kawasan Plered, tak jauh dari Pasar Batik Trusmi, Cirebon, adalah Empal Gentong ‘Mang Mul’. Lokasinya yang strategis, tak jauh dari gerbang Plambon di jalan tol Cipali, membuat mudah akses ke sana.

baca juga:

Yuk, Coba Sensasi Empal Gentong H. Aput

Kecelakaan KA Cirebon, Stasiun Tawang Delay

Makanan Indonesia, Diserbu Saat Bukber

Kemudian di sepanjang Jalan Juanda, desa Batembat sampai ke Plered berjejer puluhan lapak yang menjual empal gentong. Saat akhir pekan tiba, lapak-lapak sangat ramai pengunjung, bahkan tak jarang harus antre mendapatkan tempat duduk.

Warung yang melegenda di Cirebon adalah Empal Gentong Mang Darma di Jalan Slamet Riyadi, kawasan Krucuk. Empal gentong Mang Darma sudah berjualan sejak 1984, yang awalnya menjajakan makanan ini secara berkeliling di Kota Cirebon.

Seporsi empal gentong rata-rata dibanderol dengan harga Rp18.000, ditambah nasi atau lontong yang harganya di kisaran Rp5.000.

Jika dilihat sekilas, makanan berkuah ini pada dasarnya mirip gule. Empal gentong konon dirintis di salah satu desa di kabupaten Cirebon, yakni Desa Batembat, kecamatan Tengah Tani. Daerah ini adalah jalur utama penghubung Cirebon dengan kota-kota lainnya.

Empal-Gentong

Satu satu hal yang menjadi pembeda empal gentong dengan gule adalah kuliner khas Cirebon ini dimasak dengan kayu bakar, biasanya menggunakan kayu dari pohon mangga. Wadah yang digunakan untuk memasak empal gentong juga unik, bukan panci biasa, melainkan gentong atau periuk yang terbuat dari tanah liat.

Bahan utama yang digunakan bisa dari usus, babat, kikil atau daging sapi, sesuai selera. Itulah sebabnya makanan ini disebut empal gentong, merujuk pada bahan utama yang terbuat dari daging sapi dan sedikit lemak, sementara gentong ditujukan sebagai proses memasak yang menggunakan periuk tanah liat.
Makin lama gentong digunakan untuk memasak, konon membuat empal gentong ini makin nikmat. Itu karena kerak bumbu meresap ke dalam pori-pori tanah liat sehingga menghasilkan citarasa yang khas.

Ciri khas lain dari empal gentong yang tidak bisa ditemukan di makanan lainnya adalah penggunaan daun kucai serta sambal yang terbuat dari cabai yang dikeringkan dan digiling. Dua bumbu penyedap tradisional ini membuat empal gentong Cirebon nikmat memanjakan lidah.

Empal gentong ini bisa disajikan dengan seporsi nasi hangat atau lontong, atau orang Cirebon menyebutnya bongko. Jangan juga melupakan dorokdok alias kerupuk kulit daging sapi sebagai pelengkap untuk menikmati kudapan empal gentong ini.

Seiring berjalannya waktu, penyajian empal gentong pun mulai bervariasi. Jika dulu cuma ada empal gentong dengan kuah santan dan daun kucai sebagai penyedap, belakangan muncul empal gentong dengan varian lain. Ada empal asam yang juga makin terkenal di Cirebon. Kuahnya bening namun menyegarkan berkat rasa asam dari belimbing wuluh.

Silahkan mencicipi, dijamin, pasi Anda ketagihan…..@reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.