Sabtu, 21 Mei 22

Muda, Kerja Cerdas, Kaya. Lalu Tersanjung atau Tersandung

Muda, Kerja Cerdas, Kaya. Lalu Tersanjung atau Tersandung

Renungan Proklamasi

Oleh: Tommy Patrio Sorongan – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kom FEB-Universitas Indonesia, PT Globalindo Sukses Pratama

 

Saatnya anak muda berkreasi. Yaa, kurang lebih kalimat inilah yang sering didengungkan kepada para pemuda. Sekarang ini eranya millenial untuk berkarya. Jadi, jangan heran kalau di dunia ini sudah banyak miliader-miliader yang masih berusia muda bahkan ada yang masih belia. Trend wealthy youngsters sudah merambah ke seluruh dunia. Mulai dari Mark Zuckerberg (Facebook), Jack Ma (Alibaba), Travis Kalanic (Uber) dan masih banyak deretan nama-nama anak muda hebat yang lain. Tidak kalah fantastisnya anak muda di Indonesia yg siap bertarung dgn anak2 muda diluar sana, kita mengenal William Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), Nadiem Makarim (Go-Jek), serta Salman Nuryanto (Koperasi Pandawa), hingga yang baru-baru ini mencuat, Andika Surachman Siregar (First Travel) dan Isterinya Anissa Hasibuan.

Para Wealthy youngsters yang disebut tadi memulai usaha dari bawah. Yaa, Nadiem Makarim memang merupakan anak pengacara kaya Nono Anwar Makarim, tetapi iapun memulai usahanya secara mandiri dan otodidak. Perkembangan usaha mereka sungguh-sungguh fantastik luar biasa di usia mereka yang masih sangat muda. Bayangkan William Tanuwijaya, seorang Siantar Man muda ini memulai karirnya dari menjadi penjaga warnet. Pasangan Andika Anissa merayap dari bawah sebagai salesman salesgirl dan Salman berawal sbgi tukang bubur. Seluruhnya berkembang pesat sekali sampai ketika, Andika Surrachman Siregar dan Salman Nuryanto, mendadak terhempas dan jatuh kebawah.

Lantas, apakah yang membuat dua anak muda bangsa ini akhirnya harus jatuh sementara yang lain tidak? Apakah karena memang lingkungan bisnisnya yang sedang lesu? Tidak juga. First Travel kebanjiran konsumen, begitupun Koperasi Pandawa. Ternyata dibalik itu semua, ada faktor yang menjatuhkan mereka, yaitu gaya hidup hedonis yang sekarang lagi ramai-ramainya menjangkiti putra bangsa.

Lihat saja betapa glamournya Salman. Ia memiliki gaya hidup yang wow. Bisa terlihat dari bangunan rumahnya di Indramayu. Ada kolam renangnya, serta semua perabotan serta furniturenya bermerek Da Vinci. Selain itu, beberapa bagian tembok rumahnya menggunakan ornamen granit yang terkenal. Belum cukup sampai disitu, Salman juga membelikan rumah seharga 12 Miliar rupiah untuk sang istri “muda”. Padahal, pemerintah mengkampanyekan 2 anak cukup untuk juga mengurangi beban ekonomi suatu keluarga. Bagaimana dengan Salman ?? mungkin karena uangnya sudah kebanyakan jadi berani kawin lagi.

Tak kalah mewah, Andika membangun istana megah dengan dilengkapi lantai marmer mewah dan gordyn yang harganya 700 juta. Yaa, 700 juta. Sebagai gambaran, kalau uang 700juta ini kita belikan Mecin (Msg), satu Jakarta ini langsung turun IQnya. Itu baru gordyn saja lohh. Disaat memiliki waktu senggang, ia menghabiskan waktu dengan liburan mewah diluar negeri bersama istrinya, Anniesa. Tak hanya itu, Anniesa yang juga pemilik butik ini memiliki beberapa koleksi barang-barang mewah merek Eropa.

Setelah beberapa tahun berjaya, belakangan diketahui bahwa Andika dan Salman tidak jujur dalam mejalankan bisnisnya. Bagaimana ttidak ?? Banyak konsumen First Travel (termasuk tante saya sendiri) tidak jadi tberangkat tanpa kejelasan. Bahkan, sampai ada yang menata ulang perkawinan anak-anaknya karena janji First Travel yang tidak kunjung jelas. Setali tiga uang dengan apa yang terjadi di Koperasi Pandawa besutan Salman Nuryanto. Uang nasabah menghilang begitu saja tidak seperti yang sebelumnya dijanjikan.

Dari sini sudah bisa terlihat, bahwasannya kejatuhan Andika dan Salman disebabkan oleh mimpi dan ambisi mereka untuk hidup glamour dugem hedonis. Manusia yang memiliki kehidupan hedonis dugem akan lupa diri mengupayakan segala macam cara, baik halal maupun haram, untuk memuaskan hasrat foya-foya mereka. Nilai kejujuran terpinggirkan. Yang penting bisa hidup happy dan glamour. Ini sudah pernah terjadi pada seorang pialang saham terkemuka Jordan Belford. Ia jatuh karena gaya hidupnya yang sudah sangat hedon hingga melakukan manipulasi atau yang biasa dikenal dengan istilah “Fraud”. Kejahatan itu dilakukan semata-mata agar dapat membiayai kehidupan mewahnya. TMemoir hidupnya dibukukan dengan judul “The Wolf of Wall Street” yang menjadi best-seller pada tahun 2013 sampai dibuatkan filmnya pada tahun yang sama.

Hal ini sangatlah berbanding terbalik dengan kehidupan Mark Zuckerberg dan tokoh-tokoh muda lainnya yang sekarang sudah sangat kaya raya. Mark setiap hari ia datang ke kantor hanya mengenakan pakaian yang biasa saja. Selain itu, ia juga tidak memiliki satupun mobil mewah, ia datang ke kantor menggunakan mobil city car yang tidak mahal dan biasa saja. William Tanuwijaya pun demikian, menjadi pendiri sekaligus pemilik perusahaan startup tokopedia yg baru saja diguyur dana 14 trilyun dari investor alibaba untuk kembangkan bisnis tokopedia menjadi pemain kelas dunia yg bercita cita mengalahkan amazone amerika, tetap menerapkan hidup sederhana dan tetap menanamkan rasa rendah hati kepada sesama. Achmad Zaky, CEO Bukalapak yg omzetnya sudah trilyunan rupiah kemana-mana mengenakan pakaian yang tidak mencolok. Nadiem Makarim tetap naik Go-jek ke tempat kerja.

Ironisnya, gaya hidup hedon ini sudah menyebar di kalangan muda tanah air. Otak pas-pasan yang penting nongkrong di tempat kece dan pakai pakaian yang mencolok. Semuanya hanya untuk mengejar gengsi, gengsi, dan gengsi. Tidak bisa kita bayangkan pada saatnya mereka nanti memimpin dan dipercayakan membawa bangsa ini. Tentunya akan menjadi kacau balau masa depan Indonesia. Semua nipu, semua nyopet, semua jadi serakah gara-gara mengejar hidup penuh foya-foya.

Ayo generasi muda bangsa. Jangan rusak moralmu dengan gaya hidup hedonis. Sudah saatnya kita tanamkan gaya hidup sederhana menuju generasi yang MUDA, JUJUR, KERJA CERDAS, KAYA, HIDUP SEDERHANA.

Dirgahayu Indonesia Raya…

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.