Minggu, 5 Desember 21

Breaking News
  • No items

Mourinho Siap Mati Demi Bekuk Barca!

Mourinho Siap Mati Demi Bekuk Barca!

London – Menjuarai Liga Champions sebanyak dua kali membuat Jose Mourinho layak masuk ke dalam jajaran elite manajer terbaik dunia. Mourinho memang memiliki pengetahuan taktik sepakbola yang mumpuni dan kemampuan psikologi yang cakap.

The Special One mengenang suasana ruang ganti Inter saat turun minum menghadapi Barcelona dalam leg kedua semi-final Liga Champions 2009/10.

Salah satu partai yang membuktikan kegeniusan Mourinho terjadi di leg kedua semi-final Liga Champions musim 2009/10 melawan Barcelona atau saat ia masih melatih Internazionale.

Sebagai gambaran singkat, Inter kala itu tidak diunggulkan untuk mempertahankan skor 3-1 di leg pertama. Bertandang ke Camp Nou, Inter bahkan harus kehilangan Thiago Motta di awal babak pertama karena dikartu merah. Mourinho pun mengenang kembali bagaimana ia memotivasi para pemainnya untuk bisa meladeni permainan Barcelona besutan Pep Guardiola.

“Itu adalah salah satu laga terpenting di sepanjang karier para pemain Inter yang berlaga ketika itu,” Mourinho mulai bercerita dalam wawancara eksklusifnya dengan Goal.

“Sejak menit ke-20 atau 25, kami bermain dengan sepuluh pemain. Kami harus bermain di markas Barcelona selama lebih dari satu jam tanpa pemain yang lengkap.”

“Saat turun minum, saya meminta para pemain untuk bersiap-siap dengan apa yang akan mereka hadapi [di babak kedua]. Saya bilang kepada mereka, ‘Jika terpaksa, mari memilih jalan ekstrem. Jika kalian harus mati di lapangan demi tiket ke final, maka kalian akan melakukannya untuk tim’. Dan para pemain kemudian melakoni pertandingan bersejarah dalam karier mereka.”

Pada akhirnya, Inter hanya takluk 1-0 akibat gol tunggal Gerard Pique di laga itu. Nerazzurri pun berhak melaju ke partai puncak Liga Champions dengan keunggulan agregat 3-2. Di final, Inter menggebuk Bayern Munich untuk melengkapi treble bersejarah mereka di musim itu.

Sayang, Mourinho bakal absen di Liga Champions musim ini mengingat timnya yang ia asuh sekarang, Manchester United, tidak berpatrisipasi. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.