Minggu, 25 September 22

Mou:”Mungkin Saya Dikira Bajingan!”

Mou:”Mungkin Saya Dikira Bajingan!”
* Mantan pelatih Manchester United Jose Mourinho.

Mantan pelatih Manchester United Jose Mourinho memberi isyarat ke mana masa depannya akan tertuju sembari melihat kemungkinan pendapat beberapa pemain tentang sosok dirinya.

Mourinho menyadari bahwa kapasitasnya sebagai seorang manajer mungkin tidak cocok untuk sebagian pemain.

Selepas dipecat Manchester United pada Desember lalu, Mourinho sampai saat ini masih berstatus tanpa klub dan rumor mengenai klub mana yang akan menjadi pelabuhan berikutnya terus memanas.

Bayern Munich dan Olympique Lyon sempat muncul sebagai kandidat kuat selain potensi reuni dengan Inter Milan mau pun isu pulang ke Portugal untuk menukangi Benfica.

Sang manajer berusia 56 tahun juga menyadari bahwa dirinya dengan pendekatan permainan yang bersifat pragmatis tidaklah populer untuk kalangan pemain tertentu.

“Jika para pemain saya bisa menggambarkan saya dalam satu kata?” tanya Mourinho kepada DAZN. “Itu tergatung, bagi beberapa pemain mungkin saya dikira bajingan,” tandasnya.

“Mengapa Anda harus memilih saya? Sebelum menanyakan itu, Anda harus memahami bahwa Anda bisa berbicara dengan saya, jika Anda hanya ingin menang. Jika Anda ingin menang, dan Anda punya kondisi untuk menang, maka kita bisa berbicara,” tambahnya.

“Kebajikan saya: pengalaman, ambisi liar dan pengetahuan. Keburukan saya: ketidakmampuan untuk menerima kekalahan, ketidakmampuan untuk bertahan dengan seseorang yang tidak punya motivasi seperti saya.”

“Perbedaan antara Jose sebagai manajer dan sosok biasa: sebagai sosok biasa saya pendiam, sensitif dan tidak egois. Jose sebagai manajer itu praktis, pintar dan dominan,” lanjut Mourinho.

“Saya sangat menyukai Jose sebagai sosok biasa, sayang sekali orang-orang hanya mengetahui sisi saya sebagai manajer ketimbang sosok biasa,” ujar Mourinho seperti dilansir goal.com, Kamis (25/4/2019).

Kehilangan Aura
Mantan pemain Chelsea Frank Leboeuf berpendapat, Jose Mourinho yang sekarang sudah tak lagi sama dengan dia di masa lampau.

Frank Leboeuf menilai Jose Mourinho tak lagi seperti sosok ketika dia di Inter Milan, yang begitu dicintai fans.

Menurut sang legenda, manajer kelahiran Portugal itu harus menemukan kembali aura yang hilang dalam dirinya, yakni dicintai oleh para pemainnya sendiri.

Hal ini tidak didapatkan Mourinho di Manchester United. Leboeuf memahami, pemecatannya di Old Trafford disebabkan karena para pemain berbalik membencinya.

“Saya menjumpai dia ketika dia bergabung dengan Chelsea pertama kali setelah dia berhasil bersama Porto,” buka Leboeuf kepada ESPN.

“Namun, saya kira dia kehilangan sesuatu. Saya ingat semua pemain akan mengatakan ‘kami mencintai dia’. Saya ingat saat di Inter, [Marco] Materazzi menangis [saat Mourinho pamit hendak gabung Madrid],” imbuhnya.

“Saya kira dia kehilangan itu [aura]. Dia berada pada titik di mana bahkan para pemain yang bermain di Manchester United mulai membencinya,” jelas Leboeuf.

Bila Mourinho kembali merambah dunia manajerial musim depan, Leboeuf menilai sang juru taktik lebih baik kembali memilih klub besar Eropa, semisal Paris Saint-Germain. Namun juga dengan mengubah pendekatan dia terhadap anak-anak didiknya.

“Saya menilai, dia harus memikirkan hidupnya dan jika dia ingin kembali ke klub besar, mungkin PSG, tapi dia harus mengubah sikap dia,” tandasnya seperti dilansir goal.com, Rabu (24/4). (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.