Jumat, 10 Juli 20

MoU Kwarnas dengan BNPB akan Diperpanjang

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepakat untuk memperpanjang kembali MoU dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka tentang Penanggulangan Bencana yang sudah berakhir pada 2015 lalu.

“Kita komitmen untuk memperpanjang MoU ini dengan Kwarnas. Gerakan Pramuka adalah salah satu mitra terbaik kita,” ujar Dody Rusmandi, Sekretaris Utama BNPB usai menerima jajaran pengurus Kwarnas di kantornya, di Jakarta, Selasa (25/7).

Banyak hal yang menjadi pertimbangan diperpanjngnya MoU dengan Kwarnas. Pertama, bencana semakin banyak terjadi di Indonesia. Dengan jangkauan yang begitu luas, BNPB tentu punya keterbatasan sehingga membutuhkan relawan dari semua pihak, termasuk Gerakan Pramuka.

“Kita memerlukan sumber daya di masyarakat, dan Pramuka ternyata memiliki sumber daya yang jauh lebih banyak. Jadi BNPB sangat membutuhkan ini,” ucapnya.

Dody menyebut, jaringan Pramuka ada di setiap desa dan kecamatan. Sumber daya ini, lanjutnya, mempermudah BNPB dalam menjalankan tugasnya bila terjadi bencana. Terlebih dengan adanya Pramuka Peduli, penanganan bencana sudah bukan menjadi hal yang asing di Gerakan Pramuka.

“Dengan adanya semua Pramuka di daerah membuat upaya penanggulangan bencana atau public service kita di bidang kebencanaan bisa menjadi lebih baik,” tuturnya.

Andalan Nasional Kwarnas Bidang Abdimasgana Eko Sulistio mendukung perpanjangan MoU dengan BNPB yang sudah berlangsung sejak 2011 lalu. Kerja sama ini bentuk komitmen antara kedua pihak untuk membantu masyarakat dalam penanganan bencana.

“Dengan MoU ini Pramuka selalu dilibatkan bersama BNPB dalam setiap penanganan bencana di daerah,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, dalam hal penanganan bencana, Pramuka punya kelebihan SDM yang melimpah. Organisasi kepanduan ini punya garis struktur yang jelas sampai tingkat ranting. Hanya saja problemnya, kata dia, pada saat penanganan bencana Pramuka tidak dibekali peralatan yang lengkap.

“Kalau soal sumber daya dan kesiapan, Pramuka tidak perlu diragukan lagi. Tanpa disuruh kalau ada bencana pasti hadir. Cuma sering kali mereka tidak dibekali peralatan yang lengkap,” ungkapnya.

Andalan Nasional Kwarnas Bidang Abdimasgana lainnya, Hasyim Nasution menambahkan, MoU ini juga menyangkut pelatihan pendidikan penanganan bencana oleh BNPB kepada Pramuka di setiap daerah. “Pramuka akan dilatih menjadi relawan yang tangguh,” katanya.

Hasyim menambahkan, pendidikan penanggulangan bencana bisa dilakukan dalam tiga tahap, yakni sebelum bencana, saat bencana, dan sesudah bencana. Meski diakui belum berjalan maksimal, ia harap ke depan kerja sama ini bisa terimplementasikan dengan baik.

“Jiwa pengabdian dan semangat kerelawanan Pramuka dalam penanggulangan bencana tidak perlu diragukan lagi. Karena itu saya harap kerja sama bisa berjalan maksimal, sehingga peran BNPB dan Pramuka semakin kuat,” jelasnya.

Pertemuan Kwarnas dengan BNPB yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kwarnas Rafly Effendi secara khusus membahas mengenai persiapan kegiatan Raimuna Nasional XI yang akan dilaksanakqn di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, pada 13-21 Agustus 2017. Pihak BNPB pun siap mendukung kegiatan ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.