Selasa, 30 November 21

Mogok Massal Lyn, Surabaya Lumpuh 6 Jam

Mogok Massal Lyn, Surabaya Lumpuh 6 Jam
* Ratusan Lyn Surabaya berjejer di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (12/5/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Sedikitnya 600 armada angkutan kota atau Lyn di Surabaya menggelar aksi mogok massal di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Selasa (12/5/2015). Mereka menolak kebijakan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang dianggap merugikan.

Mereka tersebar dari Terminal Kenjeran, Keputih, Bratang, Wonokromo, Ujung dan terminal lainnya.

Pantuan Obsessionnews, ratusan Lyn berjejer dan berhenti di sepanjang Jalan Gubernur Suryo. Dampaknya, kemacetan mulai terasa hingga Jalan Darmo dan Diponegoro.

Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 101 dan kebijakan UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang wajib berbadan hukum.

Mereka juga mendesak dicabutnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 dan Pembatalan surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim bulan Januari 2015 tentang Perpanjangan Surat Kendaraan plat Kuning harus memiliki badan Hukum PT atau CV, jika tidak punya badan hukum tidak bisa diperpanjang terhitung 1 Maret 2015.

Ratusan Lyn Surabaya berjejer di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (12/5/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)
Ratusan Lyn Surabaya berjejer di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (12/5/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Meski aksi ratusan Lyn di Surabaya tidak berlarut-larut, namun sempat melupuhkan transportasi Kota Surabaya selama 6 jam. Lalu lintas Jalan Basuki Rahmat, Embong Malang, Pemudan dan sekitarnya berangsur-angsur lancar.

Mengantisipasi aksi mogok ini, Dinas Perhubungan dan Pemkot Surabaya menyediakan kendaraan untuk mengangkut anak sekolah dan warga Surabaya yang akan bekerja tanpa dipungut biaya.

Kendaraan-kendaraan tersebut, antara lain bus, truk milik satpol pp, bakesbanglinmas, kendaraan patroli kecamatan. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.