Senin, 27 September 21

Mobil Dalmas dan Mobnas Angkut Penumpang

Mobil Dalmas dan Mobnas Angkut Penumpang

Padang, Obsessionnews- Aksi mogok sopir angkutan semua trayek di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (24/11) sebagai bentuk protes mereka terhadap kebijakan pemerintah tentang Intensif atau keringanan Pajak Kendaraan Bermotor pada Perusahaan Angkutan Berbadan Hukum (PT dan Koperasi).

Pemilik mobil khawatir, jika Permendagri 101 tahun 2014 diberlakukan akan menghilangkan kepemilikan mereka. Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 tahun 2014 tentang penghitungan dasar pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor tahun 2015, kendaraan plat kuning mendapatkan subsidi pembayaran pajak.

Kendaraan bermotor angkutan umum barang mendapatkan subsidi sebesar 50 persen, sedangkan kendaraan angkutan umum orang mendapatkan subsidi 70 persen. Syarat untuk mendapat subsidi tersebut, pemilik angkutan harus memenuhi syarat berbadan hukum atau bergabung di bawah koperasi.

Ketua Angkot Siteba Mak Oyong mengatakan, keharusan pemilik mobil bergabung dengan koperasi boleh saja, tapi nama pemilik kendaraan harus tetap dicantumkan dalam STNK dan BPKB.

“Syarat tersebut yang dinilai memberatkan pemilik angkot di Kota Padang. Itulah yang menjadi tuntutan kita yakninya persoalan kepemilikan tersebut. Jika nama pemilik ada dalam STNK dan BPKB ini disetujui pemerintah, maka aksi mogok ke depan tak akan terjadi lagi,” ujar Mak Oyong usai pertemuan dengan DPRD Padang, Organda dan Dishubkominfo Kota Padang di Gedung DPRD Padang, jalan Sawahan, Selasa (24/11).

Mak Oyong menilai kebijakan pemerintah tersebut sesuatu yang dipaksakan, dan merugikan mereka para pemilik kendaraan. Para sopir angkutan kota berharap setelah pertemuan melahirkan keputusan yang memihak kepada mereka.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Osman Ayub mengatakan menyebutkan, aksi mogok beropreasiyang dilakukan sopoir angkot, karena mereka khawatir akan hilang kepemilikan kendaraan setelah keluarnya Kemendagri tersebut.

“Surat edaran yang dibuat Dishubkominfo Kota Padang, kami melihat hanya nama koperasi dan perusahaan yang mengelola angkutan tersebut. Sedangkan nama pemilik tidak ada tertera. Tentunya ini yang menjadi tuntutan para pemilik angkutan kota, sebab itu berdampak hilangnya nama kepemilikan mereka,” ujar Osman Ayub.

Angkut2

Osman berjanji akan menyampaikan tuntutan para sopir dan pemilik angkot di Kota Padang kepada Ditlantas Provinsi Sumbar untuk mencarikan solusi persoalan ini. Bisa jadi nanti dalam STNK dan BPKB itu selain nama koperasi atau PT juga dicantumkan nama pemilik.

“Karena ini aturan dari pusat, kita akan bicarakan dengan dinas terkait lalu memohon ke Ditlantas agar nama pemilik juga dicantumkam dalam BPKB dan STNK. Bisa jadi nanti nama koperasi atau PT, lalu garis miring nama pemilik,” terangnya.

Usai menyampaikan aspirasi ke DPRD Padang, ratusan sopir angkot yang mulai mogok beroperasi jam 09:00 WIB, membubarkan diri dengan tertib. Mereka menginginkan dalam minggu ini keputusan soal kepemilikan kendaraan angkot ini dapat diperoleh, dengan adanya solusi yang pasti.

Mobil Dalmas dan Mobil Dinas Pemko Padang Diturunkan

Selain menyiapkan mobil Dalmas untuk mengangkut siswa dan masyarakat, Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan armada angkutan.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, armada yang di kerahkan mobil Trans Padang dan mobil dinas yang ada di Kota Padang untuk membantu mengantarkan masyarakat yang terlantar akibat aksi mogok beroperasi yang dilakukan angkot tersebut.

“Sekarang ada demo angkot, jadi untuk membantu para penumpang yang terlantar di jalan, kami Pemko Padang kerahkan Trans Trans Padang, angkutan di dinas perhubungan, mobil yang ada dinas-dinas lainnya di Pemko Padang untuk turun mengatasinya. Sekarang kita atasi dulu masalah ini, kalau demo lagi kita kerahkan mobil dinas makin banyak lagi,” jelas Mahyeldi yang ditemui usai membantu sejumlah siswa naik ke Mobil Dinas Pemko Padang, di halte Trans Padang depan kantor Gubernur Sumbar.

Spir angkutan kota di Kota Padang Selasa (24/11), melakukan aksi mogok beroperasi. Mogok beroperasi semua jurusan, antara lain rute Siteba, Indarung, Gadut, Lubuk Buaya, Labor, dan Pegambiran. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.