Senin, 23 Mei 22

MO Tetap Eksis di Tengah Persaingan Sangat Ketat

MO Tetap Eksis di Tengah Persaingan Sangat Ketat
* Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tokoh pers nasional Surya Paloh, dan Pemimpin Redaksi Majalah Men's Obsession (MO) Usamah Hisyam dalam acara peluncuran MO di Jakarta, 8 Januari 2004.

Jakarta, Obsessionnews – Runtuhnya rezim Orde Baru (Orba) pada 21 Mei 1998 akibat gerakan reformasi, berdampak positif bagi kehidupan pers. Wakil Presiden BJ Habibie yang naik kelas menjadi Presiden, menggantikan Soeharto, memberi kebebasan kepada pers. Di era reformasi pimpinan BJ Habibie tidak diperlukan lagi Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) sebagai syarat untuk menerbitkan koran dan majalah. Sedangkan di era Orba perusahaan pers wajib mengantongi SIUPP, yang amat sulit diperoleh.

Di era reformasi muncul ratusan majalah dan koran. Di tengah persaingan yang sangat ketat banyak perusahaan pers yang bertumbangan. Di antara sedikit perusahaan pers di Indonesia yang tetap eksis dan akan merayakan ulang tahunnya yang ke-12 pada Januari 2016 adalah Majalah Men’s Obsession atau biasa disingkat MO. Majalah ini rutin terbit sebulan sekali.

MO yang diterbitkan Obsession Media Group (OMG) diluncurkan di Hotel Sahid, Jakarta, 8 Januari 2004. Hadir dalam acara peluncuran tersebut adalah Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tokoh pers nasional Surya Paloh, serta sejumlah tokoh dan artis nasional lainnya.

Dalam sambutannya dalam peluncuran MO, Pemimpin Redaksi MO Usamah Hisyam mengatakan, MO menampilkan profil figur-figur populer yang inspiratif bagi para pembaca. (arif rh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.