Selasa, 4 Oktober 22

MKD: Setya dan Fadli Cuma Dapat Teguran Ringan

MKD: Setya dan Fadli Cuma Dapat Teguran Ringan
* Surahman Hidayat PKS

Jakarta, Obsessionnews – Ternyata, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akhirnya memutuskan sanksi teguran ringan kepada Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, atas dugaan pelanggaran kode etik lantaran menghadiri acara kampanye calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meski mendapat kecaman dari publik dan kalangan anggota DPR sendiri.

“MKD memutuskan memberikan teguran agar lebih hati-hati kedepannya dalam menjalankan tugas,” kilah Ketua MKD, Surahman Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2015).

Menurut Surahman, tidak ditemukan kesalahan berat yang dilakukan oleh Setya dan Fadli pada saat berkunjung ke AS meski menghadiri kampanye Donald Trump. Sebab, pertemuan kedua pimpinan DPR itu dilakukan di luar acara resmi. Terlebih kata dia, sesuai Undang-Undang DPR, MPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) Pimpinan DPR diberi kewenangan untuk melakukan diplomasi.

‎”Itu kan dalam rangka tugas DPR bukan main-main. Setelah selesai tugas DPR tentu sebagai pimpinan dalam rangka emban diplomasi. Indonesia menganut multi track diplomation. Jadi kalau ada peluang dari sisi kerjasama kan tidak salah. Jadi Pak Fadli dan Setnov mungkin ada kenalan dan dihubungkan pengusaha disana dalam rangka buka investasi di Indonesia,” kilahnya pula.

Lantas kesalahannya dimana? Surahman menjelaskan, kesalahan kedua Pimpinan DPR ini dianggap tidak sesuai dengan etika masyarakat Indonesia. Politisi PKS ini kemudian menyalahkan media massa. Katanya, isu tersebut dibesar-besarkan oleh media, sehingga terkesan kedatangan Setya dan Fadli di acara Trump dinilai merupakan pel‎anggaran berat. Untuk itu, ia meminta kepada kedua pimpinan DPR itu untuk lebih hati-hati ke depan.

“Benang merahnya publikasi media kan kadang meriah. Benang merah bukan dalam melanggar jalan-jalan kesana bukan dalam tugas DPR. Bukan karena  di luar forum. Tentu ada hal-hal yang anggap oleh masyarakat kurang arif. Jadi dipoin itu apapun yang dipandang kurang arif sehingga perlu hati-hati,” kilah Surahman diplomatis.

Keputusan sanksi teguran akan diberikan secara tertulis atau lisan. Ia mengatakan, sanksi teguran ringan juga diberikan kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkait pernyataan “rada-rada bloon”. Menurutnya, pernyataan itu bukan pelanggaran berat. Sama halnya dengan Setya dan Fadli, Fahri meminta untuk hati-hati.

“Saya dan Pimpinan MKD lain akan tanya gimana nih karena nggak mudah satu kemana satu kemana jadi untuk cocokan waktu nggak mudah. Intinya teguran akan disampaikan,” kelit Surahman.

MKD Terpecah

Politisi Partai Keadilan (PKS) ini menyadari  memang banyak gesekan dan perbedaan pendapat antar anggota MKD ‎dalam menangani kasus Setya dan Fadli. Namun katanya, perbedaan itu soal biasa dan hanya di tingkat tata caranya saja. Adapun, keputusan terakhirnya tetap sama tidak ada perbedaan.

“Itu soal pemahaman. Hanya soal tata beracara. Kan biasa ada yg anggap ini harusnya A harusnya B,” akunya.

Ia pun berdalih, dalam proses penyelidikan ternyata tidak terbukti bahwa Setya dan Fadli mengunakan uang negara dalam melakukan pertemuan dengan Trump. Persoalan ini yang sebenarnya diributkan oleh anggota MKD. Namun, karena tidak terbukti, semua anggota kata dia menerima putusan final.

‎”Kita dapat kejelasan bahwa mereka tidak gunakan dana negara. Mereka bahkan sudah sumpah nggak pakai dana itu,” bela Surahman. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.