Sabtu, 2 Juli 22

MKD ancam Minta Polisi Jemput Paksa Riza Chalid

MKD ancam Minta Polisi Jemput Paksa Riza Chalid
* Riza Chalid

Jakarta, Obsessionnews – Pengusaha tajir kelas kakap Riza Chalid sebagai saksi kunci utama kasus pencatutan nama Presiden Jokowi yang diduga dilakukan bersama Ketua DPR RI Setya Novanto, terancam dipanggil paksa oleh polisi atas permintaan pihak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Namun, polisi baru akan menyeret paksa Riza Chalid yang selama ini mendapat dugaan cap sebagai “mafia” apabila pengusaha kaya raya itu mangkir dari panggilan MKD. Wakil Ketua MKD, Junimart Girsang, menegaskan MKD akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap Riza Chalid dan jika tidak memenuhi panggilan MKD, Riza akan dipanggil paksa.

“Jika dipanggil tidak hadir juga, kami (MKD) minta polisi memanggil paksa,” tegas Junimart Girsang di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Bahkan, lanjut Politisi PDI-P ini, pihak MKD dengan bantuan Interpol bakal memburu Riza apabila pengusaha tambang/minyak itu melarikan diri ke luar negeri. “Bila di luar negeri? Kami minta aparat hukum memanggil,” tambahnya.

Hari ini, sidang Ketua DPR Setya Novanto di MKD semula dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB‎. Namun, Setya minta sidang diundur pukul 13.00 WIB. Sebab, ia mengaku masih ada acara di luar.

“Sehubungan ada kegiatan lain yang tidak dapat saya tinggalkan, maka saya mohon agar sidang dapat diundur menjadi pukul 13.00 WIB,” kata ketua MKD Surahman Hidayat membacakan surat Novanto di ruang sidang MKD, di DPR  (7/12/2015).

Belum diketahui kemana acara Setya Novanto pagi ini. Pasalnya, dalam surat tersebut tidak dijelaskan. Selain itu, Setya Novanto juga tidak hadir dalam acara simposium kebangsaan di Gedung Nusantara V DPR RI pada pagi ini.

Padahal acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan petinggi negara. Seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI- P Megawati Soekarnoputri, Panglima TNI dan Kapolri. ‎

Anggota MKD dari Fraksi Nasdem Akbar Faizal mempertanyakan keinginan Setya Novanto yang minta sidang ditunda, tanpa ada alasan yang jelas. Pihaknya bisa memaklumi permintaan Setya bila dirinya tengah mengikuti acara kebangsaan. ‎

“Kalau kemudian ada hal-hal substansi Pak Novanto sebagai Ketua DPR, misal bertemu tamu negara, rapat dengan Presiden atau membuka acara penting, bisa kita terima,” tuturnya. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.