Sabtu, 31 Oktober 20

MK Putuskan Kader Parpol Dilarang Jadi Senator

MK Putuskan Kader Parpol Dilarang Jadi Senator
* Hakim Mahkamah Konstitusi.

Jakarta, Obsessionnews.com -Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya memutuskan larangan kader partai politik menjadi calon senator atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Calon DPD harus berasal dari perorangan.

Hal itu juga sekaligus menjawab gugatan yang diajukan gugatan M Hafidz. Hafidz menggugat Pasal 182 huruf l. Pasal itu berbunyi:

Peserta pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan setelah memenuhi syarat bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat, serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang dan hak sebagai anggota DPD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hafizd meminta MK menafsirkan ‘serta pekerjaan lain’. Kalimat tersebut dianggap Hafizd maknanya belum jelas. Sehingga MK memaknai pekerjan lain termasuk di dalamnya adalah kader partai politik.

“Pasal 182 huruf l bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai mencakup pula pengurus (fungsionaris) partai politik,” begitu bunyi putusan majelis MK yang dibacakan pada Senin (23/7/2018).

MK juga menjelaskan kader partai politik yang dilarang mencalonkan senator berada di semua tingkatan.

“Mahkamah penting menegaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘pengurus Partai Politik’ dalam putusan ini adalah pengurus mulai dari tingkat pusat sampai tingkat paling rendah sesuai dengan struktur organisasi partai politik yang bersangkutan,” jelas MK.

Sejak DPD dibentuk memang dilarang diisi oleh kader partai politik. Namun saat ini banyak sekali senator yang bergabung menjadi kader politik, semenjak Ketua DPR Oesman Sapta menjadi Ketua Umum Partai Hanura. DPD harus dikembalikan dari unsur perseorangan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.