Kamis, 1 Desember 22

Mitigasi Bencana Bukan Upaya Menakuti Masyarakat

Mitigasi Bencana Bukan Upaya Menakuti Masyarakat
* Danny Hilman Natawidjaja di PAB XIV

Jakarta,Obsessionnews.com- Pentingnya ilmu pengetahuan dalam memetakan atau bahkan meramalkan bencana terbukti sangat penting.

Karena Indonesia adalah negara yang terletak di ring of fire atau daerah gunung berapi aktif, juga beberapa lempeng dan patahan gempa dunia.

Danny Hilman Natawidjaya, peneliti LIPI yang mengambil gelar doktornya di California Institute of Technology, Amerika Serikat ini punya metode sendiri dalam meneliti atau meramal kapan akan terjadi gempa.

Ia meneliti karang di laut dan memakai Global Positioning System, untuk memprediksi energi yang tersimpan dalam bebatuan bumi, yang berpotensi menjadi gempa besar yang menimbulkan tsunami.

Pada tahun 2000, ia memprediksi akan ada gempa besar di Samudera Hindia. Pada 26 Desember 2004, Gempa dan tsunami berkekuatan 9,2 SR melanda Aceh dan Nias. Sebelumnya Danny telah memperingatkan akan adanya gempa ini. Danny mengaku telah menyebarkan selebaran pada warga, tapi dianggap menyebar berita yang meresahkan.

Pengalaman lainnya adalah ketika meneliti karang, ia diduga sebagai orang yang hendak menangkap ikan menggunakan bom. “Akhirnya saya dikejar memakai parang,” jelas Danny.

Kemudian ia juga memprediksi terjadinya gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada 25 Oktober 2010. Beberapa tahun sebelumnya melalui metode pengamatan GPS tadi, Danny mendapatkan data bahwa akan terjadi pelepasan energi bebatuan bumi yang besar di sekitar Pulau Siberut dan Mentawai.

Danny juga menyebarkan selebaran pada warga mengenai hal ini. Namun lagi-lagi ia dianggap menyebarkan berita meresahkan.
Setelah kejadian Mentawai, ia malah dianggap memakai ilmu nujum dalam meramalkan gempa oleh masyarakat sekitar.

Untungnya bagi dunia, penelitiannya bersama profesor pembimbing gelar doktornya di Caltech, Kerry Sieh, diakui.
Para ahli gempa dunia memakai metodenya dalam memprediksi gempa.

Karena itu Danny menghimbau agar Indonesia harus serius memperhatikan mitigasi bencana ini, karena geografisnya yang dekat dengan lempengan dan patahan gempa serta jalur gunung berapi.

Pemahaman mitigasi bencana pada masyarakat harus dilakukan dengan cara yang benar agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan tentang gempa, jelas penerima penghargaan Achmad Bakrie XIV/2016 dalam bidang sains ini.

Tapi sekali lagi ia menekankan bahwa gempa tak bisa dipastikan kapan terjadi, tapi bisa diperkirakan. @baronpskd

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.