Selasa, 18 Januari 22

Miskin di Negeri Kaya

Miskin di Negeri Kaya

Oleh: Zeng Wei Jian – Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Penjual krupuk, driver ojek online di sisi kiri, sudah lewat bad’a magrib. Langit gelap. Jalanan macet, di Arteri Pondok Indah. Penjual minuman air mineral, berkeringat, membawa sebakul botol. Bibirnya komat-kamit. Mungkin dia sedang merafal doa. Mengais rezeki.

Kemiskinan nyata di kota ini. Rakyat masih banting tulang saat malam. Mobil-mobil mewah, avanza, mercy, BMW, berhimpit dengan bis-bis busway. Ada gap kaya-miskin semakin lebar. Seluas jurang neraka.

Dua pemuda, berseragam biru, bertopi, di atas trotoar, membentangkan plakat iklan pizza. Sudahkah mereka sholat magrib.

Komunis diangkat jadi komisaris dan dirjen. No skill, tanpa pengalaman, tukang bully, hanya bisa baca tulis. Jadi anjing taipan. Menghisap daging kemanusiaan. Orang jahat bersetubuh dengan kaum hedon dan gomora. Si penjual krupuk semakin lelah. Sementara mereka memenjarakan ulama, mujahid dan emak-emak. Pasca menggusur rumah-rumah rakyat.

Di sini lah aku. Kena macet. Otw ke DPP PKS. Mendengar radio. Penyiar gaul, berbahasa modern, suaranya kebanci-bancian. Pengasong masih mengais. Sudah malam. Semoga keluarganya sehat.

THE END

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.