Jumat, 27 Mei 22

Miskbakhun dan SBY Adu Kuat Soal Century

Miskbakhun dan SBY Adu Kuat Soal Century

Jakarta, Obsessionnews – Gara-gara buku berjudul Sejumlah ‎Tanya Melawan Lupa yang mengungkap data-data tentang kasus bail out Bank Century, sang penulis Muhammad Miskbakhun dengan kubu Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ribut dan saling adu kuat.

Awalnya, juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menganggap, ‎Misbakhun orang stres lantaran terlalu berani menyebut SBY sebagai dalang dibalik kasus Bank Century. Menurut Ruhut Misbakhun menulis buku tersebut kurang kerjaan karena frustasi usulan dana aspirasi ditolak oleh pemerintah.

Menanggapi hal itu, Misbakhun justru mempertanyakan pengetahuan Ruhut tentang kasus bailout Bank Century yang merugikan uang negara sekitar Rp6,7 triliun tersebut. Menurutnya, buku yang ia tulis bukan hanya sekedar opini untuk propaganda, melainkan dibarengi dengan fakta-fakta.

“Salah besar kalau Pak Ruhut menyebut saya stres berat. Saya menulis buku ‘Sejumlah Tanya Melawan Lupa Mengungkap 3 Surat Sri Mulyani kepada Presiden SBY‎’ dengan pakai data,” kata Misbakhun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

‎Politisi Partai Golkar ini bahkan menantang Ruhut agar mengeluarkan buku yang serupa tentang Century, untuk membantah segala tudingan terhadap SBY. “Saya tantang untuk dibantah dengan buku juga, kalau ada yang salah dari buku saya itu. Ini negeri demokrasi. Justru, semakin banyak buku terkait kasus Century, membuktikan kasus itu memang kasus yang sangat besar,” ujarnya.

Mantan anggota Tim Pansus Bank Century ini mengaku heran, mengapa disaat dirinya ingin mengingatkan lagi kasus Century yang sudah 7 tahun tanpa kejelasan, justru disalahkan. ‎Padahal kata dia, kasus tersebut menjadi salah satu kasus terbesar dalam sejarah yang belum berhasil terungkap.

“Sudah 7 tahun kasus ini tapi sepertinya mandeg di tangan penegak hukum. Lewat buku ini saya coba mengingatkan kembali. Uang Rp6,7 triliun bukanlah uang yang sedikit. Karena selama kasus ini menggantung, sepanjang itu pula akan dikaitkan dengan Pak SBY,” tegasnya.

Anggota Komisi XI DPR itu kembali menantang, bila Partai Demokrat merasa terganggu dengan buku yang ia tulis, maka bisa mengonfirmasinya langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) prihal adanya tiga surat dari mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada SBY ‎yang memutuskan Century diberi dana talangan Rp 6,7 triliun.

“Kalau memang Pak SBY atau Demokrat terganggu dengan buku saya atau pernyataan saya, kenapa enggak sekalian minta KPK untuk mengonfirmasi surat-surat Sri Mulyani ke Pak SBY. Dihadapkan saja mereka berdua dihadapan penyidik KPK. Jadi saya dan publik akan memberikan aplaus bila Pak SBY mau menyatakan siap diri untuk memberikan keterangan ke KPK,” pungkasnya.

Ditantang Misbakhun dengan data-data, Ruhut semakin geram dengan Misbakhun. Justru, Ruhut menilai Misbakhun orang yang tidak paham hukum bahwa masalah kasus century sudah masuk ranah hukum yang tidak perlu dicampuri atau di intervensi oleh pihak manapun. “Dia gobloknya tidak ketulungan. Orang tidak paham hukum jangan ngomong hukum. Dia orang kardus,” kata Ruhut saat dikonfirmasi.

Namun saat ditanya balik untuk mempertegas apakah pihaknya memiliki data yang membuktikan SBY tidak terlibat kasus bank century, Anggota Komisi III DPR ini enggan mengomentarinya. Justru, Ruhut mengatakan semua pihak jangan pernah percaya dengan pernyataan Misbakhun tersebut. “Orang dia yang bilang, ya dia sendiri yang buktikan. Kalau orang tolol jangan ikut-ikutan tolol juga kitanya,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.