Jumat, 3 Februari 23

Miris! DPR dan Keluarganya Minta Duluan Rapid Test Corona

Miris! DPR dan Keluarganya Minta Duluan Rapid Test Corona

Jakarta – Seluruh anggota DPR RI beserta keluarganya akan menjalani rapid test virus Corona (Covid-19) pada minggu ini. Rencana tersebut mendapat kritik dan kecaman dari berbagai kalangan. Rencana rapid test anggota DPR dan keluarganya diungkap oleh Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Tes virus Corona akan dilakukan di aula kompleks rumah dinas anggota DPR di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan, dan akan dilakukan secara bergantian. “Jumlah anggota Dewan 575. Kalau kali 4 saja rata-rata sekitar di atas 2.000 keseluruhan, dengan pembantu dan driver barangkali,” jelas Sekjen DPR.

Perilaku wakil rakyat tersebut dikecam oleh pengamat kebijakan publik, Radhar Tribaskoro. “Muncul berita menggiriskan hati, paket Rapid Test yang diperoleh susah payah direncanakan akan diprioritaskan penggunaannya untuk anggota Dewan dan keluarganya. Masya Allah, mengerti enggak sih pemerintah atas kegawatan keadaan?” protes Radhar Tribaskoro, Selasa (24/2).

Radhar menegaskan, Rapid Test itu penting karena diperlukan untuk membuat ‘Peta Penyebaran Coronavirus’. Peta itu sendiri penting untuk membangun strategi pemberantasan virus. Kalau posisi virus diketahui demikian juga gerak penyebarannya, pemerintah mudah menggempur atau paling tidak mengendalikannya. “Karena itu Rapid Test dilakukan di daerah-daerah yang ditandai sebagai terinfeksi,” tandasnya.

Ia menuturkan, Rapid Test itu bukan bagi-bagi fasilitas, yang orang kelas atas dapat duluan. “Hasilnya haruslah seperti dimiliki China saat ini. China tahu apakah mereka telah mengalahkan virus atau belum. China juga tahu korban baru Covid-19 mendapat virus darimana: lokal atau luar negeri,” tegas Radhar.

“Rencana di atas menunjukkan pemerintah tidak punya strategi yang solid dalam memberantas coronavirus,” tambahnya.

Rapid Test tersebut juga dikecam oleh kubu Fraksi PKS DPR yang meminta agar rencana tes Corona yang akan dilakukan ini dibatalkan. “Kami menerima informasi tersebut dan Fraksi PKS menyatakan sikap meminta Sekjen DPR membatalkan atau setidaknya diprioritaskan hanya untuk yang punya gejala sakit. Tidak elok di tengah kondisi saat ini dimana tenaga medis dan rakyat lebih membutuhkan ada pengadaan rapid test khusus anggota DPR dan keluarganya,” tegas Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini dalam keterangannya.

Jazuli menyebut anggota DPR dan keluarga yang mengalami gejala sakit tentu harus beristirahat dan mengkarantina diri di rumah atau berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit. Rapid test massal Corona sebaiknya memprioritaskan rakyat.

“Intinya, Fraksi PKS DPR tidak setuju jika diadakan tes Corona kepada seluruh anggota DPR dan keluarganya. Di tengah kondisi seperti sekarang setiap anggota DPR harus mengutamakan rakyat, harus hadir bersama rakyat, dan memprioritaskan kebutuhan tenaga medis dan mereka yang terpapar langsung dalam menangani virus Corona. Jika ada indikasi atau gejala sakit anggota DPR dan keluarganya bisa berkonsultasi pada dokter dan merujuk rumah sakit secara mandiri sebagaimana masyarakat umumnya!” serunya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.