Sabtu, 1 Oktober 22

Miras Oplosan Berujung Maut

Miras Oplosan Berujung Maut

Oleh: Rinaldi Munir, Dosen Teknik Informatika ITB

 

Sebuah berita mengenaskan datang dari daerah Cicalengka, Bandung. Puluhan anak muda tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan. Jumlahnya kemungkinan akan terus bertambah karena peminum yang dibawa ke rumah sakit Cicalengka banyak sekali.  Hingga saat ini jumlah korban yang tewas mencapai 63 orang.

Astaghfirullah, 63 orang? Ini jumlah korban terbesar yang pernah ada di Bandung. Sungguh miris dan sangat prihatin sekali kita mendengarnya, mereka seakan tidak pernah belajar dari kasus yang sama sebelumnya. Sudah sangat sering terjadi banyak anak muda mati secara sia-sia setelah minum miras oplosan. Segala macam cairan dioplos ke dalam larutan alkohol: obat nyamuk autan, spritus, pemutih baju, pembersih lantai, ginseng, dan lain-lain. Mereka seperti tidak paham ilmu kimia, sebab cairan yang dioplos itu sebenarnya adalah racun bagi tubuh.

Dalam sebuah acara di sebuah televisi, dokter spesialis penyakit jantung menjelaskan efek yang timbul dari minum miras, termasuk miras oplosan. Alkohol di dalam miras dapat mengganggu sistem syaraf. Miras oplosan memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi, ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Setelah miras oplosan masuk ke dalam tubuh, ia akan merusak sistem syaraf. Kerusakan sistem syaraf menimbulkan efek selanjutnya pada paru-paru, jantung, dan sistem pencernaan. Dada menjadi sesak, lambung bereaksi sehingga muntah-muntah, dan yang paling fatal adalah gangguan syaraf membuat denyut jantung berhenti sehingga akhirnya adalah kematian.

Mengapa para anak muda itu mau meminum miras oplosan? Pertama, harganya  murah dibandingkan miras yang asli.  Kebanyakan peminum miras oplosan berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Mereka tidak mampu membeli miras resmi yang harganya mahal. Mereka meracik sendiri miras oplosan atau dibeli dari pengecer yang menjual miras ilegal dalam ukuran liter dengan harga yang jauh lebih murah dari miras biasa. Satu atau dua liter miras oplosan cukup untuk minum hingga sepuluh orang.

Kedua, untuk mendapatkan sensasi yang berbeda, karena pencampuran bermacam-macam cairan ke dalam alkohol secara coba-coba mungkin menimbulkan efek kehangatan yang berbeda dari miras biasa. Ketiga, ingin happy-happy berkumpul dengan teman-teman, maka sebagai solidaritas pertemanan  mereka minum miras oplosan bersama-sama. Sayangnya mereka tidak menyadari bahayanya minum oplosan tersebut. Kesenangan sebentar berujung petaka: mereka tidur selama-lamanya dan tidak bangun-bangun lagi.

Kita menyayangkan anak-anak muda itu mati secara sia-sia karena miras. Ketidaktahuan mereka tentang bahaya minuman keras berujung fatal. Agama Islam sudah sangat jelas mengharamkan khamar (miras termasuk ke dalam khamar), tetapi sebagaian umatnya tetap saja tidak mempedulikan larangan meminum khamar.

Oh anak muda, kau ingin menjadi pemabuk, tetapi yang kau dapatkan adalah pemabuk murahan, dan nyawa taruhannya.

 

Sumber: rinaldimunir.wordpress.com

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.