Selasa, 28 September 21

Miranda Goeltom Akhirnya Bebas dari Penjara

Miranda Goeltom Akhirnya Bebas dari Penjara

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom melangkah bebas dari penjara setelah menjalani masa hukuman selama 3 (tiga) tahun di Lapas Wanita Tangerang. Kepastian pembebasan Miranda disampaikan Kasubag Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi.

“Iya benar hari ini tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB telah dibebaskan dari Lapas wanita Tangerang. Beliau bebas murni setelah menjalani pidana penjara 3 tahun penuh,” ujar Akbar saat dihubungi Obsessionnews di Jakarta, Selasa (2/6/2015).

Miranda ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 1 Juni 2012. Setelah mendapat vonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 25 April 2013, Miranda dieksekusi ke Lapas Wanita Tangerang. Akbar mengaku selama menjalani masa hukuman Miranda tidak pernah mendapat remisi.

“Karena berlaku ketentuan PP 99 yang berlaku sejak 8 November 2012, maka ada persyaratan yang belum bisa dipenuhi diantaranya adalah persyaratan jadi justice collaborator,” terangnya.

Miranda menjadi terpidana kasus dugaan suap cek pelawat. Dia dinyatakan terbukti bersama-sama Nunun Nurbaeti menyuap anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 untuk memuluskan langkahnya menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 2004.

Meski pemberian suap tidak dilakukan Miranda secara langsung, majelis hakim menilai ada serangkaian perbuatan Miranda yang menunjukkan keterlibatannya. Miranda dianggap ikut menyuap karena perbuatannya berhubungan dan berkaitan erat dengan perbuatan aktor lain, seperti Nunun Nurbaeti, serta anggota DPR 1999-2004, Hamka Yamdhu dan Dudhie Makmun Murod.

Ia pun divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Selain hukuman penjara dia juga diwajibkan membayar denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Putusan ini diperkuat di tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Miranda dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Miranda Goeltom akhirnya bisa menghirup udara ‎bebas, setelah tiga tahun mendekam di lembaga pemasyarakatan wanita Tangerang, karena terlibat kasus cek pelawat.

“Mulai hari ini Ibu Miranda sudah bebas murni, setelah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun‎,” ujar Kepala Humat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi, Selasa (2/6).

Akbar mengatakan, selama menjalani hukuman, Miranda tidak pernah mendapat Remisi, upaya hukum yang dilakukan Miranda sampai tahap kasasi. Namun, Mahkamah Agung menolak, dan Miranda tetap dihukum tiga tahun penjara sesuai dengan putusan di pengadilan tingkat pertama.

Miranda ditahan sejak 1 Juni oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dan divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 25 April 2013. Dalam surat dakwaanya, Miranda terbukti telah menyuap anggota DPR bersama Nunun Nurbaeti untuk memuluskan langkahnya menjadi Gubernur Bank Indonesia.

Bersama dengan Nunun Nurbaeti, serta anggota DPR 1999-2004, Hamka Yamdhu dan Dudhie Makmun Murod yang juga terlibat dalam kasus tersebut, ‎Mereka dikenakan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (Has/Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.