Sabtu, 28 November 20

Minyak Dunia Anjlok, Kenapa Harga BBM Belum Turun?

Minyak Dunia Anjlok, Kenapa Harga BBM Belum Turun?
* Yusri Usman

Jakarta, Obsessionnews.com – Saat ini, harga minyak dunia anjlok. Negara-negara di dunia pun menurunkan harga minyak bumi. Pemerintah pun didesak oleh sebagian masyarakat untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan pandemik corona virus disease 19 (Covid-19).

Terkait hal ini, Direktur Eksekitif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman meminta Pertamina segera menurunkan harga BBM. Ia mempertanyakan mengapa Pertamina hingga kini belum juga menurunkan harga BBM?

Padahal, jelas dia, menurut Perpres 191 Tahun 2014 yang dirubah menjadi Perpres 34 tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi dan Permen ESDM Nomor 39 Tahun 2014 yang dirubah oleh Permen ESDM Nomor 34 Tahun 2018 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 k/12 / MEM/ 2020 tanggal 27 Febuari 2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar dijual di SPBU mengatakan sebagai berikut:

Margin Badan Usaha ( Pertamina, Shell, Vivo, AKR, BP dan Petronas ) maksimal 10% dari harga dasar minyak ( rata rata MOPS/ Argus terhitung tanggal 25 Febuari sampai 24 Maret 2020 dan rata-rata MOPS/nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika) dibagi 159 = Rp…… per liter + Rp 1800 + 10% dari harga dasar untuk bensin di bawah RON 95 dan Solar CN 48.

Mops + Rp 2000/ liter + 10% margin dari harga dasar untuk Bensin Ron 95 dan Solar CN 51 ke atas.

“Harusnya pada tanggal 31 Maret 2020 Badan Usaha merilis harga BBM terbaru sesuai perkembangan harga minyak dunia. Sehingga memungut keuntungan lebih dari 10 % dari harga dasar BBM adalah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia,” kritik Yusri Usman di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Selain itu, lanjutnya, mengambil hak rakyat secara tidak wajar apalagi di saat lagi paranoid Covid-19 (virus Corona) adalah tindakan biadab oleh badan usaha. “Karena tidak ada satu payung hukum yang bisa membenarkan Pertamina atau badan usaha lainnya boleh memungut di luar haknya dan menahannya serta membagikan dalam bentuk apapun atas kelebihan memungut dari rakyat. Kalau ada yang tahu dasar hukumnya tolong buka ke publik biar kami bisa memakluminya,” tandas Direktur CERI. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.