Rabu, 28 Oktober 20

Minta Emil Salim Tarik Ucapannya, Arteria Menolak Minta Maaf

Minta Emil Salim Tarik Ucapannya, Arteria Menolak Minta Maaf
* Politisi PDI-P Arteria Dahlan. (Foto: Republika)

Jakarta, Obsessionnews.com – Debat panas antara anggota DPR dari PDI Perjuangan Arteria Dahlan dengan ekonom Universitas Indonesia (UI) Emil Salim dalam acara Mata Najwa di Trans7 mendapat banyak soroton. Mayoritas publik memprotes dan mengencam sikap Arteria yang dianggap tidak sopan dan menghina Emil karena menuduh Emil sesat. Namun, ia menolak minta maaf.

“Saya minta Prof Emil tarik ucapannya. Baca dulu revisi UU KPK, pahami fakta hukum dan sosial yang ada, bicara sesuai keahlian saja. Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum,” ujar Arteria saat dihubungi Kamis (10/10/2019).

Menurut Arteria, dirinya harus mengeluarkan nada tinggi karena Emil Salim tidak tepat ngomong tentang KPK. Sebab latar belakang Emil adalah seorang ekonom, bukan ahli hukum.

“Beliau tidak memahami dengan benar materi muatan yang ada di Revisi UU KPK tiba-tiba berpendapat banyak kelirunya, sudah dicoba untuk diklarifikasi tapi justru menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami tapi juga institusi DPR,” kata dia.

Arteria pun menyatakan diri tetap berpegang pada apa yang diyakininya. Ia menyatakan, akan terus mempertahankan argumennya soal UU KPK tersebut. Bagi dia, Emil salah.

“Bagi saya ini masalah perjuangan ideologi, saya datang untuk melakukan dialektika kebangsaan, bukan untuk debat kusir dan penggiringan opini. Dari sejak awal saya melihat ini sudah tidak sehat,” ucap Arteria.

Arteria menyayangkan sikap Emil Salim dalam debat yang dinilainya justru menjelekkan DPR RI. Arteria pun mengulas balik latar belakang Emil Salim yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian di era Soeharto.

“Jangan bicara DPR banyak yang ditangkap, tapi sadar tidak beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yg beliau perbuat? Jangan tiba tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat lebih bersih dari kami-kami yang di DPR,” ujar Arteria.

“Apa yang beliau perbuat sewaktu jadi menteri dahulu? Kok gak berani bicara seperti ini waktu beliau menjabat dahulu, koreksi DPRnya koreksi presidennya. Kan tidak dia lakukan,” kata Arteria menambahkan.

Ia pun menyayangkan pergeseran pembahasan soal Perppu menjadi pembahasan sikap dirinya. “Sekarang yang dibahas bukan Perppu lagi tapi sikap saya yang kurang sopan. Lah, kita ini belajar jujur dan menyatakan yang benar saja tidak berani,” ujar Arteria. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.