Senin, 26 September 22

Minim Aduan Penyelewengan Pengadaan Barang dan Jasa di Pontianak

Minim Aduan Penyelewengan Pengadaan Barang dan Jasa di Pontianak

Pontianak, Obsessionnews Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), berkomitmen memberantas korupsi dengan cara membentuk Lembaga Pemantau Independen Pengadaan Barang dan Jasa (LPI-PBJ) tahun 2013. Lembaga pemantau independen yang beranggotakan lima orang ini bertugas mengawasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ketua LPI-PBJ Abdullah mengatakan, LPI-PBJ memantau 34 SKPD dan forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di kelurahan dan kecamatan. “Tahun 2013 terdapat 13 kasus dan dan 2014 terdapat 6 kasus  penyelewengan pengadaan barang dan jasa yang dilaporkan masyarakat. Jumlah pengaduan itu masih terbilang kecil jika melihat permasalahan di Pontianak yang sangat kompleks, apalagi yang berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa,” katanya kepada obsessionnews.com di ruang kerjanya, Selasa (10/3).

Sementara itu secara terpisah Ermina, Ketua Bidang Pemantauan dan Edukasi Publik LPI-PBJ, menuturkan pihaknya telah memasang nomor pengaduan. Tapi sampai saat ini belum banyak warga yang mengadukan masalah penyelewangan pengadaan barang dan jasa.

“Minimnya pengaduan masyarakat terkait penyelewengan pengadaan barang dan jasa disebabkan LPI- PBJ lembaga yang baru. Selain itu, ada anggapan di masyarakat LPI-PBJ yang dibentuk pemerintah ini hanya instrumen pelengkap atau formalitas semata,” kata Ermina.

Dia menambahkan, faktor lain minimnya pengaduan masyarakat kepada LPI-PBJ adalah masyarakat takut melaporkan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, karena rendahnya perlindungan hukum. (Ahmad Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.