Jumat, 7 Oktober 22

Minahasa Tenggara Dilanda Krisis Air

Minahasa Tenggara Dilanda Krisis Air
* Ilustrasi.

Ratahan, Obsessionnews – Kemarau panjang mengakibatkan sejumlah desa di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), dilanda krisis air bersih.

“Dampak akibat kemarau panjang ini, kami mencatat ada delapan desa yang mengalami krisis air bersih saat ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Tenggara Jopie Mokodaser di Ratahan, Kamis (8/10/2015).

Adapun kedelapan desa tersebut yakni Tumbak Raya, Bentenan Indah, Wioi Raya, Tondanow Atas, Kuyanga, Kali, Kali Oki, dan Tondanouw.

Jopie menjelaskan krisis air ini lebih disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan, dan mulai berdampak pada kebutuhan air masyarakat.

“Semua merasakan dampaknya, dan dampak terparah terjadi di delapan desa ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara telah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui instansi BPBD Sulut untuk memberikan bantuan air bersih untuk wilayah-wilayah yang mengalami krisis air tersebut.

“Kita sudah usulkan bantuan ke Pemprov Sulut melalui BPBD untuk mendapatkan bantuan air bersih,” katanya.

Dari usulan tersebut, menurut Joppie ada empat desa yang disetujui untuk mendapat bantuan oleh Pemprov Sulut.

“Pemprov sudah setuju akan memberikan bantuan dalam bentuk pemboran air bersih, namun untuk pelaksanaannya nanti menunggu petunjuk lebih lanjut,” katanya. (ant/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.