Jumat, 27 Mei 22

Miliki Bobot 1,7 ton, Sapi Kereman Extrem Juarai Kontes Ternak

Miliki Bobot 1,7 ton, Sapi Kereman Extrem Juarai Kontes Ternak
* Bupati Bojonegoro, Suyoto, melihat sapi peserta kontes ternak, Rabu (24/8/2016).

Bojonegoro, Obsessionnews.cpm – Seekor sapi Kereman Extrem yang memiliki bobot 1,7 ton memenangkan Kontes Ternak yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Rabu (24/8/2016).

Sapi milik Imam Mawardi itu berhasil menyisihkan 216 ekor sapi Kereman Extrem dan sapi Jumbo. Selain sapi, kontes ini juga diikuti 244 ekor kambing dari berbagai macam jenis.

Kontes Ternak diadakan selama 2 hari mulai tanggal 23-24 Agustus 2016 di Lapangan Desa Jono, Kecamatan Temayang. Dalam lomba ini peserta memperebutkan tropi, piagam, dan hadiah pembinaan sebesar Rp6 juta untuk juara pertama, Rp4,5 juta untuk juara kedua, dan Rp3,5 juta untuk juara ketiga.

Kontes - 1

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan perikanan, Ardiyono Purwanto, kontes ternak yang diikuti oleh seluruh kecamatan di Bojonegoro ini, salah satunya bertujuan untuk menunjukkan potensi peternakan Bojonegoro yang unggul dan prospektif.

“Melalui usaha ternak ini, ekonomi masyarakat bisa meningkat. Saat ini Bojonegoro masuk 10 besar kabupaten di Jawa Timur yang memiliki populasi sapi potong tertinggi. Ke depan akan diadakan apel peternakan, sehingga perkembangan ternak bisa dievaluasi,” kata Ardiyono dalam keterangan tertulis Humas Pemkab Bojonegoro, Rabu (24/8/2016).

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Bojonegoro, Forkopimda, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya serta SKPD terkait.

Kontes - 3

Selain menentukan juara, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk promosi wisata desa budaya. Oleh karena itu, dihadirkan juga hiburan reog jaranan dan karawitan serta persembahan lagu-lagu Bojonegoro dari anak-anak sekolah dasar (SD).

Pada kegiatan tersebut juga digelar deklarasi Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Lembu Seto Desa Napis Kecamatan Tambakrejo dan dimeriahkan dengan minum susu bersama anak-anak SD, bupati, dan jajaran Forkopimda.

“Dalam sentra peternakan terdapat SPR yang bertujuan untuk mendaulatkan dan menambah pengetahuan peternak. SPR sendiri dapat dibentuk dengan minimal terdapat 1000 indukan atau setara dengan itu. Selain itu, SPR diharapkan dapat melakukan revolusi dan bisa mengatasi masalah peternakan,” kata Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, M. Yunus.

Kontes - 4

Sementara itu Bupati Bojonegoro, Suyoto atau Kang Yoto menyampaikan bahwa saat ini pembinaan SPR di Bojonegoro terdapat di 4 kecamatan, yakni Kasiman, Kedungadem, Tambakrejo, dan Temayang.

Menurutnya, untuk membangun peternakan di Bojonegoro harus menerapkan strategi 5 sekawan yang terdiri dari komunitas, pengusaha, pemerintah, perguruan tinggi atau NGO, dan perbankan.

“SPR sendiri merupakan bentuk penguatan lembaga, penguatan pengetahuan, penguatan pasar dan dukungan pemerintah serta keuangan yang digunakan dari dukungan perbankan,” kata Kang Yoto.

Di sisi lain, Kang Yoto mengapresiasi kegiatan tersebut. Terlebih kegiatan itu mendorong kesadaran masyarakat, terutama anak-anak untuk mengkonsumsi susu.

“Anak-anak sekarang jauh lebih sehat, karena gizi dan nutrisi baik dari protein hewani dan nabati terpenuhi. Sehingga memiliki daya tahan tubuh yang baik, cerdas serta produktif. Untuk itu semua pihak harus terus mendorong kenaikan kesejahteraan ini,”pungkasnya. (Fath/@imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.