Kamis, 30 Juni 22

Microsoft Gugat Samsung, Soal Pelanggaran Hak Paten

Microsoft Gugat Samsung, Soal Pelanggaran Hak Paten

New York – Microsoft Corporation menggugat Samsung Electronics Company, menuding pabrikan “ponsel pintar” asal Korea Selatan itu melanggar perjanjian 2011 untuk berbagi hak paten.

Dalam kesepakatan tersebut, seperti dilansir laman Bloomberg, Minggu (3/7), kedua belah pihak bertukar hak paten untuk produk masing-masing. Microsoft, produsen software terbesar di dunia, mendapatkan royalti dari Samsung untuk ponsel dan tablet yang menggunakan sejumlah teknologi yang dipatenkan oleh perusahaan Amerika Serikat tersebut.

Kedua belah pihak mengatakan mereka akan menjalin kerja sama guna mengembangkan dan memasarkan Windows Phone, mobile software milik Microsoft.

Raksasa perangkat lunak itu mengklaim, dalam gugatan yang diajukan di pengadilan federal Manhattan, bahwa Samsung memanfaatkan akuisisi Microsoft atas divisi ponsel Nokia Oyj, sebagai dalih untuk menghentikan kontrak.

Microsoft mengatakan Samsung tidak melakukan pembayaran royalti tepat waktu dan menolak untuk membayar bunga atas keterlambatan tersebut. Raksasa teknologi yang berbasis di Redmond, Washington itu mengatakan Samsung berupaya melanggar perjanjian kembali karena akuisisi Nokia.

“Tidak mudah bagi kami untuk mengambil langkah hukum, terutama terhadap perusahaan yang sudah menjalin kemitraan panjang dan produktif dengan kami,” ucap David Howard, tim penasihat hukum Microsoft.

“Setelah menghabiskan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan perbedaan di antara kami, dalam serangkaian diskusi surat yang disampaikan kepada kami, jelas sekali bahwa kami memiliki perbedaan pendapat yang mendasar mengenai arti dari kontrak kami.”

Microsoft berupaya menuntut ganti rugi dan menegaskan bawah akuisisi terhadap divisi ponsel Nokia tidak mempengaruhi perjanjian 2011 dengan Samsung, yang juga terlibat pertarungan di meja hijau dengan Apple Inc.”

“Kami akan mempelajari gugatan tersebut secara terperinci dan menetapkan langkah yang tepat untuk menanggapinya,” ujar Adam Yates, juru bicara Samsung.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.