Sabtu, 4 Desember 21

Metode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama

Metode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama

Metode pengobatan chiropractic yang diduga menjadi penyebab kematian Allya Siska Nadya, ternyata sampai saat ini masih menjadi kontroversial di kalangan praktisi dan ahli kesehatan dunia. Sejumlah riset menunjukkan sebanyak 70% praktisi atau dokter chiropractic berhenti berpraktik karena gagal menyembuhkan pasien. Data menyebutkan, Allya bukan korban meninggal pertama. Bahkan ratusan orang menderita stroke akibat chiropractic.

Sayangnya, informasi akurat dan kredibel seputar kelemahan-kelemahan dan potensi bahaya dari metode chiropractic sangat sulit ditemukan. Menurut sebuah organisasi yang peduli keselamatan pasien dan fokus mengkritisi metode chiropractic, Chirobase, hal itu karena kebanyakan media malas dan enggan menguji lebih jauh topik seputar bahaya chiropractic.

Akibatnya, informasi yang diterima publik menjadi tidak seimbang. Ulasan-ulasan yang ada hanya menyajikan hal-hal yang diinginkan para chiropractor (praktisi/dokter chiropractic) untuk diyakini oleh masyarakat.

Melalui website yang secara khusus dibuat dan didedikasikan untuk menyeimbangkan informasi, www.chirobase.org, organisasi ini menuangkan semua informasi kritis tentang chiropractic. Website yang dikelola oleh Stephen Barrett, MD, dan Samuel Homola, DC, mencoba meluruskan apa sesungguhnya chiropractic, bagaimana sejarahnya, teorinya, dan praktiknya.

Di situs ini juga ditampilkan sebuah buku yang ditulis oleh seorang dokter mantan praktisi chiropractic yang sudah “insaf”, Preston H. Long, DC, PHD. Buku berjudul “Chiropractic Abuse, An Insider Lament” terbitan 2013 itu, mengungkap praktik-praktik salah dan tidak etis dari para chiropractor, termasuk informasi menyesatkan seputar chiropractic.

buku chiro

Sebuah buku lain yang diterbitkan di Kanada pada 2002 berjudul, “Spin Doctors, The Chiropractic Industry Under Examination” karya Paul Benedetti dan Wayne MacPhail, juga mengungkap hal-hal mengagetkan seputar chiropractic. Di buku itu diungkap hasil survey yang menyebutkan sebanyak 200 warga Kanada menderita stroke gara-gara menjalani terapi chiropractic, yang kerap diistilahkan dengan neck manipulation (manipulasi leher).

buku chiro 2

Buku ini membedah habis metode dan praktik chiro, sekaligus memaparkan bahaya-bahaya dan biaya besar yang harus anda hadapi sekali memulai mengikutiu metode pengobatan ini. Keseluruhan isi buku ini bahkan bisa dibaca secara online di tautan ini: http://www.amazon.com/Spin-Doctors-Chiropractic-Industry-Examination/dp/155002406X/ref=pd_bxgy_14_img_2?ie=UTF8&refRID=1MNFPXXEBPTAKVQHRHWS#reader_155002406X.

Masih di situs chirobase.org, sebuah artikel menyajikan data-data resmi dari U.S. Department of Commerce yang menunjukkan keuntungan bisnis dari klinik chiropractic di Amerika terus menurun dari tahun ke tahun karena semakin ditinggalkan konsumen. Pada Januari 2013, President of Arizona Chiropractic Society mengakui ada ratusan dokter chiropractic terpaksa menutup kliniknya karena tidak lagi menguntungkan, sementara sebagian lainnya jatuh bankrut.

Artikel-artikel yang dimuat di situs ini umumnmya ditulis oleh dokter-dokter ahli, dengan menggunakan pendekatan dan teori ilmiah dan kedokteran. William T. Jarvis, Ph.D., mislanya, yang menulis artikerl berjudul, “Why Chiropractic Is Controversial” menyebutkan bahwa meskipun metode chiro sudah dipraktikkan sejak 100 tahun lebih, namun metode ini tetap gagal memenuhi standar paling mendasar dalam praktik medis yang dipercaya dan diakui dunia. Chiropractic, kata William, gagal membuktikan diri sebagai metode yang benar-benar ilmiah.

“Yang lebih menyedihkan adalah fakta bahwa chiropractic tidak berkontribusi apapun terhadap dunia ilmu pengetahuan, khususnya dunia kesehatan. Para praktisinya malah tetap mengisolasi diri dari arus umum komunitas kesehatan dunia,” ungkap William.

Masih kata William, salah satu metode utama chiropractic yang disebut Spinal Manipulative Therapy (SMT), hanya menyembuhkan rasa sakit dalam tempo sementara. Pasien-pasien yang mengaku puas setelah menjalani terapi, terlebih karena efek placebo, yaitu merasa sembuh karena efek kekuatan pikiran sendiri. Yang lebih berbahaya, terapi chiro, katanya, bisa membuat pasien katagihan. Tak heran jika metode ini akan menguras kantong pasien.

Artikel lain berjudul “Don’t Let Chiropractors Fool You” menyajikan data-data hasil survey Stanford Stroke Center dan American Heart Association pada 1992 terhadap 486 orang anggota American Academy of Neurology. Mereka ditanyai berapa banyak pasien stroke yang mereka tangani gara-gara menjalani chiropractic dalam dua tahun terakhir.

Hasilnya, sebanyak 177 neurologists mengaku menangani 55 pasien yang menderita stroke dalam 24 jam setelah menjalani chiropractic. Mereka berusia antara 21 hingga 60 tahun. Dari ke-55 pasien itu, satu orang akhirnya meninggal dunia, sementara 48 lainnya menderita stroke permanen.

Data lain menunjukkan bahwa dari sebanyak 116 laporan yang dipublikasikan antara 1925 hingga 1997 menemukan bahwa ada 177 kasus cedera leher fatal yang diakibatkan oleh metode neck manipulation, dan sedikitnya 60% di antaranya dilakukan oleh chiropractor.

Salah satu pasien meninggal gara-gara chiropractic bernama Kristi A. Bedenbaugh, mantan putri kecantikan dari Little Mountain, South Carolina, AS. Pada 1993, Kristi menemui chiropractor untuk berkonsultasi seputar penyakitnya. Pada kunjungan kedua, Kristi langsung menderita sesaat setelah sang terapis melakukan neck manipulation. Ia meninggal tiga hari kemudian. Hasil autopsi mengungkap bahwa neck manipulation adalah penyebab pembuluh arterinya membengkak dan menghambat aliran darah ke otak. Gejala sama dialami Allya Siska pada jam-jam terakhir menjelang ajalnya.

Kristi A. Bedenbaugh, korban chiropractic di AS, mantan Putri Kontes
Kristi A. Bedenbaugh, korban chiropractic di AS, mantan Putri Kontes

Kasus dugaan malpraktik Siska ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, pada Senin, 4 Januari 2015, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa.

(Tim Obsessionnews)

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi
Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal
Salah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 Jam
Siska dan Dunia Sosmed
Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda
Anggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip Siska
Kasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas Pariwisata
Ternyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan Orangtua
Meninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannya
Kasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic Terbongkar
Belajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!
Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang
(Tim Obsessionnews)
‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses Hukum
Terapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di AS
Akhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya Izin

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.