Rabu, 12 Agustus 20

Mestinya, Semua Rakyat Bisa Dapatkan Subsidi BBM Gratis

Mestinya, Semua Rakyat Bisa Dapatkan Subsidi BBM Gratis

Jakarta – Pengamat Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng yang juga Peneliti Senior The Indonesia for Global Justice (IGJ) mempertanyakan, sudah benarkah harga BBM Jokowi? “Sudah rasionalkah harga premium dan solar yang diputuskan pemerintah? Jika tidak benar, apakah pemerintah akan berubah lagi? Lalu sampai kapan ketidakpastian akan berlangsung?” paparnya kepada Obsession News, Senin (19/1/2015).

Pada Senin diri hari ini, pukul 00.00 WIB, Presiden Jokowi menurunkan harga Premium menjadi Rp6.600 per liter dan harga solar Rp6.400 per liter. “Ini adalah perubahan harga BBM yang ketiga kali di era pemerintahan yang belum genap 100 hari. Meski demikian, harga BBM Jokowi masih lebih tinggi dibandingkan harga terakhir masa pemerintahan SBY. Padahal, harga minyak mentah sudah jauh merosot dibandingkan era SBY,” ungkap Salamuddin.

Ia pun menilai, nampaknya pemerintahan ini akan terus bermain-main dengan harga BBM tanpa melihat dampaknya terhadap ekonomi dan sosial, seperti harga-harga, upah, pendapatan masyarakat, dan juga keuangan perusahaan. “Kata Wapres JK, kita buat dulu kebijakannya, (baru) nanti kita lihat dampaknya kemudian. Tampaknya, rakyat memang akan jadi kelinci percobaan dan akan berada dalam ketidakpastian,” sesalnya.

“Apakah harga yang ditetapkan Jokowi sekarang sudah benar, jujur, rasional? Sepertinya perlu dipertanyakkan. Mengingat harga minyak mentah yang jatuh pada tingkat terendah,” tandas Salamuddin.

Hari ini, harga minyak mentah sebesar 48 USD/barel (1 barel 159 liter). Di Indonesia biaya lifting, kilang dan transfortasi (LRT) 24.1 USD (sangat mahal memang), nilai tukar Rp12000/USD dan pajak dikenakan 15 %. Dengan demikian harga BBM per liter tepatnya Rp6.431/liter. Jika ditambah dengan subsidi Rp81,8 triliun (APBNP 2015), maka harga jual BBM adalah sebesar Rp4.700/liter.

Menurut Salamuddin, harga tersebut sudah merupakan harga tertinggi, karena Jokowi sudah mengurangi subsidi lebih dari Rp200 triliun lebih, tanpa persetujuan DPR (sebagaimana APBN 2015). Dan jika Jokowi menggunakan UU APBN 2014 tentang APBN 2015 , maka nilai subsidi BBM seluruhnya setara dengan 51 juta kiloliter BBM. “Artinya, semua rakyat Indonesia bisa mendapatkan BBM subsidi secara gratis. JUJUR?” bebernya. (Ars)

Related posts