Senin, 23 Mei 22

Meski Uni Eropa Musuhi Taliban, Jerman Dukung Taliban!

Meski Uni Eropa Musuhi Taliban, Jerman Dukung Taliban!
* Para pemimpin Taliban Afghanistan. (ParsToday)

Kanselir Jerman Angela Merkel meminta masyarakat internasional untuk berinteraksi dengan Taliban di Afghanistan.

Seperti dilaporkan Farsnews, sikap Merkel ini bertentangan dengan posisi Uni Eropa terhadap Taliban.

Dia menyerukan pembicaraan dengan Taliban untuk memastikan bahwa mereka tidak membalikkan pencapaian yang telah dicapai Afghanistan selama 20 tahun terakhir.

“Berlin akan terus mendukung warga Afghanistan setelah Jerman meninggalkan negara itu,” kata Merkel dalam rapat dengan anggota parlemen Jerman, Rabu (25/8/2021).

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, menekankan baru-baru ini bahwa blok tersebut tidak berniat untuk mengakui Taliban meskipun melanjutkan kontak dengan kelompok itu.

Pada 15 Agustus lalu, pemerintah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bubar setelah pasukan Taliban menguasai ibu kota Kabul. Para analis memandang pengambilalihan Kabul sebagai akhir dari 20 tahun pendudukan AS dan Barat di Afghanistan.

Kehadiran militer AS dan NATO di Afghanistan telah menyebabkan penyebaran terorisme, perang, kekerasan, kekacauan, dan kematian puluhan ribu orang.

Kemenangan Moral Islam Atas Islamophobia
Menteri-Presiden Bavaria dan sekutu utama Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kembalinya kekuasaan Taliban di Afghanistan merupakan pukulan telak bagi perang negara-negara Barat melawan ekstremisme agama.

“Pengambilalihan Taliban atas Afghanistan adalah kekalahan parah Barat dan kemenangan moral Islamisme atas Barat,” kata Menteri-Presiden Bavaria Markus Soeder, seperti dikutip oleh media Jerman.

“Fakta bahwa pada peringatan 20 tahun (serangan teroris) 11/9, Taliban kembali dan lebih kuat dari sebelumnya meninggalkan rasa masam,” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (20/8/2021).

Pemimpin Christian Social Union (CSU), partai saudara dari Christian Democratic Union (CDU) Merkel, mengatakan pemerintah Jerman tidak memberikan citra yang kuat dalam situasi ini.

Soeder menyerukan bantuan keuangan untuk tetangga Afghanistan guna menghindari krisis kemanusiaan dan pengungsi besar-besaran baru. Dia menekankan bahwa komunitas internasional tidak boleh mengulangi kelambanannya sehubungan dengan konflik Suriah, ketika sejumlah pencari suaka dari Timur Tengah dan Afrika pindah ke Eropa, dengan lebih dari 1 juta tiba di Jerman pada tahun 2015.

Pemimpin CSU itu mengatakan Amerika Serikat (AS) memikul tanggung jawab utama atas situasi di Afghanistan, dan karena itu harus membantu melindungi pekerja kemanusiaan asing di negara itu.

Pernyataan Soeder datang ketika Jerman, seperti banyak negara Barat lainnya, segera mengevakuasi personel diplomatiknya dan sekutu Afghanistannya. Sejauh ini lebih dari 900 orang telah diterbangkan oleh Jerman.

Reuters mengutip sumber melaporkan bahwa Merkel mengatakan kepada anggota partainya pada hari Senin bahwa hingga 10.000 orang mungkin membutuhkan evakuasi.

Dalam pidatonya, Merkel menyebut kemenangan Taliban “mengerikan,” dan mengatakan bahwa kerja sama internasional diperlukan untuk upaya bantuan lebih lanjut di Afghanistan.

Para militan dengan cepat menyerbu negara itu dan merebut Kabul dengan sedikit atau tanpa perlawanan pada hari Minggu, dua minggu menjelang batas waktu penarikan penuh pasukan AS. (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.