Jumat, 17 September 21

Meski Sudah Bangkrut, Yunani Masih Bikin Kesal

Meski Sudah Bangkrut, Yunani Masih Bikin Kesal

Jakarta, Obsessionnews – Pasca krisis ekonomi yang menghantam, negeri para dewa masih bergelut dalam hutang yang membelit. Per 30 Juni 2015, Yunani masih kudu menyicil sebanyak € 1,54 milyar atau setara Rp 22 triliyun kepada International Monetary Fund (IMF).

Yunani tak punya duit untuk membayar tunggakan kepada IMF. Seperti dilansir CNN, ekonom Berenberg Bank, Holger Schmieding bilang, malah negara ini harus menarik hutang baru guna menutup hutang lama. Beruntung, ada kreditur yang siap mengucurkan dana. Tapi tentu, ada syaratnya. Sementara pemerintah setempat belum menentukan sikap.

Seperti diberitakan CNN, sang kreditur siap mengalirkan dana sebanyak € 7,2 milyar bila pemerintah Yunani mau melakukan reformasi ekonomi serta penghematan anggaran. Inilah syarat yang tidak disetujui pemerintah negeri itu.

Para Menteri Keuangan di daratan Eropa, dikabarkan bakal mencoba bujuk Yunani untuk menyetujui syarat tersebut. Sebab tempo untuk negara ini semakin sempit.

“Akan makin sulit untuk mencapai kesepakatan, dan sulit bagi Eropa bila Yunani tidak sepakat,” begitu kata Holger.

Menurut Holger, bukan tidak mungkin kondisi keuangan Yunani bertambah kacau balau jika perbankan di negara tersebut tak punya duit lantaran tak ada kesepakatan antara pemerintah dengan kreditur. Asal tahu saja. Bursa saham di sana sudah jatuh. Imbal hasil surat utang obligasi juga melonjak di atas 12%.

Sampai detik ini, kekhawatiran atas negeri para dewa menjadi perhatian utama para investor saham, hingga Amerika Serikat. Sementara pemerintah Yunani masih terus menolak permintaan kreditur agar memangkas dana pensiun pegawai pemerintah serta meningkatkan pajak penjualan barang.

Betul, akibat sikap pemerintah Yunani tersebut, para pemimpin Eropa mulai kehilangan kesabaran. Kreditur hutang seperti IMF dan bank sentral Eropa juga mulai sewot.

Presiden Perancis Francois Hollande malah sudah mengeluarkan pernyataan yang berbunyi bakal terjadi guncangan jika kesepakatan antara pemerintah Yunani dan kreditur hutang tidak tercapai. Sementara Presiden bank sentral Eropa Mario Draghi bilang, sekarang bola ada di tangan pemerintah negeri Hercules. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.