Sabtu, 16 Oktober 21

Meski Belum Terbukti, Apel Bakteri Harus Diwaspadai!

Meski Belum Terbukti, Apel Bakteri Harus Diwaspadai!

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah nyatakan belum menemukan apel berbakteri di pasar dalam negeri. Meski demikian Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap masyarakat tetap berhati – hati dalam membeli dan mengkonsumsi apel.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag, Widodo kepada wartawan di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Menurut dia, sejauh ini dari hasil penelusuran bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) pihaknya belum menemukan lagi adanya impor apel dari Bidart Bros yang masuk ke Indonesia.

Sementara untuk apel-apel impor yang sudah terlebih dahulu masuk ke Indonesia sebelum ada pengaturan pengalpaan, rencananya akan diteliti dengan uji laboratorium oleh Kementan dan Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Jika kemudian terbukti ada apel yang mengandung bakteri berbahaya maka produk impor tersebut akan segera dimusnahkan.

“Kami sudah koordinasi dengan Kementan, dan Barantan. Awal Februari akan ada pengapalan, ini izin yang dikeluarkan pada akhir Desember 2014. Akan diuji lab dulu, kalau terbukti akan dimusnahkan atau kembalikan,” ujar dia.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa langkah tersebut tidak akan merugikan importir karena akan masuk dalam katagori perdata. “Kalau dikembalikan importir tidak rugi karena ada perjanjian perdata. Kalau kenapa-kenapa, yang di sana juga turut tanggungjawab,” ujar dia.

Sementara belum ada kejelasan resmi terkait adanya bakteri merugikan dalam apel – apel impor tersebut pihaknya meminta masyarakat untuk tertap berhati – hati dalam membeli dan mengkonsumsi apel.

“Saran kita, apel yang tidak ada label agar tidak dibeli dan tidak dikonsumsi. Harusnya memang jangan dibeli kalau labelnya tidak jelas, apalagi yang berasal dari California,” ujar Widodo.

Dikatakan, untuk membuat rasa nyaman kepada konsumen Indonesia, sejak awal mengumumkan adanya apel berbakteri asal rumah pengepakan Bidart Bros, pihaknya juga telah meminta kepada para importir untuk tidak mencabut label yang tertera dilapisan kulit apel.

“Kita sudah beritahu agar jangan sampai ada pelaku usaha yang melepas labelnya,” ujar dia,

Tidak berhenti disitu saja, ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan penelusuran pasar terhadap apel yang tidak berlabel untuk diuji di laboratorium. “Kita akan ambil yang tidak ada label, kita uji di lab,” ujar dia. (Kukuh Budiman)

Related posts