Selasa, 24 Mei 22

Meski Baru Wacana, AS Tolak Muslim Inggris Masuk

Meski Baru Wacana, AS Tolak Muslim Inggris Masuk
* Donald Trump.

Jakarta, Obsessionnews – Meski pelarangan masuknya pemeluk Islam ke Amerika Serikat (AS) baru wacana yang dilontarkan kandidat Presiden Donald Trump, rupanya negeri Adidaya tersebut sudah menjalaninya lebih dulu. Satu keluarga Muslim Inggris yang hendak berlibur ke AS justru dicegat petugas di bandara saat hendak terbang.

Meski satu keluarga yang terdiri dari dua orang tua serta sembilan anak sudah mengantongi visa kunjungan, mereka dicegat otoritas AS saat akan berangkat dari bandara Gatwick, London, Selasa lalu.

Keluarga tersebut bilang, visa sudah dikantongi dan alasan pelarangan tersebut justru tak diberi tahu.

Sementara itu, pemerintah AS mengatakan hanya seorang pria dari anggota keluarga tersebut yang mendapat pelarangan memasuki AS. Namun, lantaran mereka sudah memesan tiket bersama makanya satu keluarga yang dilarang berdasar instruksi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Departemen Pertahanan Dalam Negeri AS.

Sayangnya, sumber pemerintah AS menolak menjelaskan informasi lebih lanjut soal identitas anggota keluarga yang dilarang itu.

Selanjutnya, Badan Intelijen Inggris mengaku tak terlibat dengan keputusan AS itu. Seorang pejabat AS seperti dilansir CNN menyebutkan, tak jelas apakah ada unsur kontraterorisme dalam kasus ini.

Stella Creasy, anggota parlemen Inggris yang mewakili wilayah London Utara mengatakan sudah meminta kantor Perdana Menteri Inggris agar segera menyelesaikan kasus tersebut. Dia bilang, bukan cuma keluarga ini yang marah. Kevakuman yang diciptakan oleh penolakan justru memunculkan kebencian serta perdebatan.

Stella menjelaskan, ada ketakutan tersendiri yang muncul di kalangan Muslim Inggris pasca kandidat Presiden AS Donald Trump mewacanakan pelarangan semua pemeluk Islam memasuki AS.

“Kami menyelidiki masalah ini dan Perdana Menteri akan merespon pada waktunya,” kata juru bicara kantor Cameron.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.