Minggu, 25 Oktober 20

Mesir Larang Video dan TV Tayangkan LGBT dan Porno

Mesir Larang Video dan TV Tayangkan LGBT dan Porno
* Mohamed al-Gheyt. (BBC)

Mesir melarang semua media termasuk stasiun televisi (TV) menyiarkan berbagai hal/gaya yang berbau seks dan mempromosikan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender).

Karena itu, Pengadilan di Mesir menjatuhkan vonis hukuman satu tahun penjara dan denda Rp2,4 juta kepada seorang penyiar televisi karena mewawancarai laki-laki gay pada tahun lalu. Menurut pengadilan di kota Giza, penyiar bernama Mohamed al-Gheyti bersalah mempromosikan homoseksualitas di saluran televisi miliknya, LTC.

Seperti dilansir BBC News Indonesia, Selasa (22/1/2019), Jaksa mengatakan, dengan memberi kesempatan kepada laki-laki gay menceritakan kehidupannya sebagai pekerja seks, al-Gheyti mengungkap bahwa praktik homoseksualitas bisa mendatangkan uang. Mesir secara eksplisit tidak memiliki undang-undang yang melarang LGBT, namun mereka yang dicurigai sebagai gay secara rutin ditahan dengan alasan melakukan prostitusi atau tindakan amoral.

Penyiar televisi ini diseret ke meja hijau setelah pengacara terkenal di Mesir, Samir Sabry, mengajukan gugatan hukum terhadap dirinya terkait wawancara itu pada Agustus tahun lalu.

Dalam wawancara dengan al-Gheyti, pria gay itu mengaku menyesali orientasi seksual serta kehidupannya sebagai pelacur. Wajah pria itu dikaburkan untuk menyembunyikan identitasnya.

Otoritas tertinggi di Mesir yang mengatur media langsung menghentikan saluran LTC milik al-Gheyti karena dianggap melakukan “pelanggaran”.

Menurut jaksa penuntut, penyiar tersebut meraih keuntungan ekonomi dengan mengumbar”praktik homoseksualitas”, demikian laporan surat kabar milik pemerintah Mesir, al-Ahram.

Penyanyi pop terkenal Mesir, Shaimaa Ahmed, dihukum penjara dua tahun karena penampilannya di video musiknya dianggap menyebarkan percabulan. (BBC)

 

Selain hukuman penjara dan denda, pengadilan juga memerintahkan al- Ghiety untuk diawasi selama setahun setelah menjalani masa hukumannya, kata Sabry.

Sang penyiar dapat mengajukan banding dan penangguhan penahanan apabila al-Ghiety membayar uang jaminan, tambahnya.
Mesir, Rania Youssef, digugat dengan tuduhan “mempromosikan kebejatan” karena mengenakan pakaian tembus pandang yang dikenakannya pada upacara penghargaan tahun lalu.

Dewan media di Mesir melarang homoseksual muncul di media mana pun setelah kemunculan bendera pelangi dikibarkan di sebuah konser musik di Kairo pada 2017. Acara yang didukung komunitas LGBT ini jarang digelar di negara konservatif, terutama di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Tindakan kekerasan serta penangkapan terhadap orang-orang yang dicurigai memiliki orientasi seks berbeda sering terjadi di mesir, yang kemudian melahirkan kecaman sengit oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Pihak berwenang Mesir mengandalkan Undang-undang anti-prostitusi 1961 yang isinya mengkriminalisasi “pesta cabul” orang-orang yang diduga terlibat dalam perilaku homoseksual.

Sebelumnya, Sabry mengajukan gugatan terhadap aktris Mesir, Rania Youssef, dengan tuduhan “mempromosikan kebejatan” karena mengenakan pakaian tembus pandang yang dikenakannya pada upacara penghargaan tahun lalu.

Dia kemudian membatalkan kasus ini setelah Youssef meminta maaf. Bagaimanapun, Sabry telah mengajukan ratusan kasus serupa dalam beberapa tahun terakhir.

Aktris Mesir, Rania Youssef, digugat dengan tuduhan “mempromosikan kebejatan” karena mengenakan pakaian tembus pandang yang dikenakannya pada upacara penghargaan tahun lalu. (BBC)

 

Artis Dilarang Pakai Busana Terbuka
Seorang aktris Mesir yang mengenakan gaun yang menjukkan beberapa bagian tubuh pada Festival Film Kairo dihadapkan ke pengadilan setelah dituduh ‘mempromosikan kebejatan’.

Rania Youssef yang tampil dengan gaun hitam berenda, dan menerawang memperlihatkan sebagian besar kakinya, menimbulkan kemarahan sebagian kalangan di Mesir, meski beberapa kalangan lain membelanya bahwa ia berhak mengenakan pakaian yang diinginkan.

Aktris berusia 44 tahun itu mengatakan tidak akan mengenakan gaun itu, jika ia tahu akan menimbulkan kontroversi seperti itu. Seorang sumber pengadilan mengatakan kepada berita AFP, ia bisa dijatuhi hukuman penjara hingga lima tahun jika dinyatakan bersalah. Rania Youssef sendiri sudah meminta maaf.

Rania dilaporkan oleh dua pengacara, Amro Abdelsalam dan Samir Sabri, yang dikenal sering mengadukan para pesohor ke pengadilan.

Penampilan Rania Youssef dinilai ‘tidak sesuai nilai-nilai kemasyarakatan, tradisi dan moral, dan oleh karena itu merusak reputasi festival dan reputasi kaum perempuan Mesir pada khususnya”, kata Sabri kepada AFP.

Tahun lalu, pengadilan Mesir memenjarakan penyanyi Shaimaa Ahmed selama dua tahun —kemudian dikurangi menjadi setahun— karena dalam sebuah video musik ia mengenakan pakaian dalam sambil makan pisang dengan adegan yang ‘menjurus.’

Sementara itu pada bulan Januari, jaksa menahan seorang penyanyi lainnya, Laila Amer, terkait penampilannya dalam sebuah video musik yang menunjukkan ia melakukan gerakan-gerakan yang menyiratkan adegan seks.

Doaa Salah, pembawa acara televisi Mesir dipenjara selama tiga tahun karena membahas soal kehamilan di luar nikah. (BBC)

 

Bahas Seks di Luar Nikah, Dipenjara
Seorang perempuan Mesir pembawa acara televisi dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena membahas cara-cara kehamilan di luar pernikahan konvensional. Doaa Salah, seorang presenter di Al-Nahar TV, menanyakan apakah ada pemirsa yang pernah mempertimbangkan untuk berhubungan seks sebelum menikah.

Doaa juga menyiratkan, perempuan bisa melakukan pernikahan singkat untuk mempunyai anak, kemudian bercerai. Dia lalu ditahan dengan tuduhan melanggar norma-norma kesopanan. Salah juga diperintahkan untuk membayar denda sebesar 10.000 pound Mesir atau sekitar Rp7,6 juta.

Pihak berwenang mengatakan bahwa perbincangan dalam program tersebut “mengancam sendi kehidupan rakyar Mesir,” lapor kantor berita EFE. Seks sebelum menikah dianggap tidak bisa diterima di Mesir yang konservatif secara sosial.

Dalam acaranya, Doaa Salah menyebutkan, perempuan bisa saja membayar seorang lelaki untuk menjadi suami dalam suatu pernikahan singkat dan bahwa donor sperma adalah metode yang biasa di negara-negara Barat tapi tidak di Mesir. Dia kemudian diskors sebagai pembawa acara selama tiga bulan lalu dipidana.

Aparat Mesir menahan seorang penyanyi pop bernama Laila Amer selama empat hari lantaran lagu dan video musiknya dianggap “menghasut kebejatan”. Gugatan terhadap Amer diajukan Ketua Perhimpunan Musisi Mesir, Hany Chaker, setelah penyanyi tersebut merilis lagu beserta video musik berjudul Bos Ommak yang berarti ‘lihat yang ibumu lakukan’.

Menurut Chaker, seperti dikutip kantor berita AFP, Amer telah dikeluarkan dari perhimpunan musisi. Sebagaimana dilaporkan situs berita Youm7, lirik lagu yang kini viral di Mesir itu merupakan plesetan dari sebuah kata makian dalam bahasa Arab.

 

Laila Amer tampil dalam video musik berjudul Bos Ommak. Penyanyi perempuan Mesir ditahan gara-gara video musik ‘gerakan seks’ (BBC)

 

Penyanyi ditangkap Memicu ‘Kebejatan’
Seorang penyanyi perempuan Mesir dilaporkan ditahan selama sepekan setelah tampil di video musik dengan mengenakan pakaian dalam sambil makan pisang secara sugestif.

Shaimaa Ahmed -yang berusia 25 tahun dan dikenal dengan nama panggung Shyma- ditangkap polisi Mesir, dengan tuduhan ‘memicu kebejatan’ dan penahanannya diperpanjang hingga sepekan.

Penangkapannya berlangsung setelah video untuk musiknya yang berjudul Saya Punya Masalah menimbulkan kemarahan di kalangan masyarakat yang beraliran konservatif yang mengangapnya cabul.

Dua hari setelah penangkapannya- kantor jaksa memerintahkan penahanan Shyma diperpanjang selama sepekan, seperti dilaporkan Youm al-Sabaa. Surat penangkapan juga sudah dikeluarkan untuk sutradara video tersebut.

Sebelumnya, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman enam bulan penjara untuk masing-masing tiga penari perempuan setelah dinyatakan bersalah ‘memicu kebejatan lewat video musik’.

Khloud Essam, Perempuan Binaraga Pertama dari Mesir

 

Dipenjara Karena Video Cabul
Penyanyi pop terkenal Mesir, Shaimaa Ahmed, dihukum penjara dua tahun karena penampilannya di video musiknya dianggap menyebarkan percabulan. Perempuan berusia 25 tahun ini, yang dikenal dengan panggilan populer Shyma, divonis bersalah oleh pengadilan di Mesir, Selasa (12/12), terkait video musiknya yang juga dianggap tidak senonoh.

Dia ditangkap pada November lalu setelah video musiknya yang liriknya menasihati agar orang rajin makan pisang itu memicu kemarahan sebagian warga Mesir, lapor media setempat.

Dalam video tersebut, Shyma digambarkan menyanyi di hadapan sejumlah pria muda di dalam sebuah ruangan. Sambil bernyanyi, dia sesekali digambarkan memegang pisang, mengkonsumsinya, dan menyiramnya dengan cairan susu.

Pihak penanggungjawab pembuatan video musik itu juga dijatuhi hukuman dua tahun penjara tanpa kehadiran yang bersangkutan alias in absentia.

Wahab diadili karena mengatakan minum air dari Sungai Nil bisa membuat orang sakit.
Tahun lalu, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman enam bulan pidana penjara kepada tiga penari perempuan karena tuduhan serupa, yaitu dianggap menyebarkan pesta cabul dalam video musiknya. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.