Sabtu, 1 Oktober 22

Mesin Pesawat Rusak, Penumpang Histeris!

Mesin Pesawat Rusak, Penumpang Histeris!

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam berkendaraan jenis apapun, perlu kenyamanan dan keselamatan. Apalagi, alat transportasi udara, seperti pesawat terbang.

Pesawat harus benar-benar diperhatikan kondisinya sebelum tinggal landas. Karena kalau rusak hingga fatal, pesawat akan berisiko jatuh. Tentunya ratusan orang akan menjadi korban kematian.

Pada Sabtu (26/8/2017) malam, seratusan penumpang Lion Air JT 503 rute Semarang-Jakarta menjadi terkejut. Saat berada dalam pesawat tersebut di Bandara Ahmad Yani Semarang, terdengar suara seperti mesin mati.

Sumber dari salah satu media menjelaskan, kejadian itu juga dibarengi matinya lampu dan air conditioner (AC) kabin.

Penumpang menjadi histeris. Kemudian terdengar operator pesawat mempersilakan penumpang turun.

Pesawat ini juga mengalami delay penerbangan. Dijadwalkan berangkat pukul 17.15 WIB menjadi pukul 22.15 WIB.

Airport Manager Lion Grup, Ari Setiarto, mengatakan terjadi kerusakan pada satu mesin pesawat tersebut.

“Saat dicek teknisi, ternyata harus ganti sparepart,” jawabnya.

Menanggapi hal tersebut, Ombudsman RI, Alvin Lie Ling Piao mengatakan pilot mengambil langkah yang benar dengan menurunkan penumpang sembari melakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Alvin mengakui insiden yang terjadi di Semarang tersebut belum diketahui dengan jelas tahapan-tahapannya.

“Apakah ketika pesawat masih belum bergerak di apron, atau setelah push back, atau setelah pesawat bergerak menuju landasan pacu, atau saat pesawat sudah melaju di landasan pacu. Info ini penting sebagai petunjuk dalam analisis teknis,” ucapnya kepada Obsessionnews via telepon, Selasa (29/8/2017).

Menurut Alvin, dari berita  tentang Lion Air tersebut terkesan bahwa insiden terjadi saat pesawat masih di apron dan belum bergerak menuju landasan pacu. 

“Kemungkinan terjadi saat Auxilliary Power Unit/ APU (genset) pesawat dimatikan dan mesin pesawat akan dihidupkan,” jelas mantan Ketua Kaukus Penerbangan.

Ini maksudnya, lanjut Alvin, telah terjadi masalah teknis dengan APU yang berakibat mesin pesawat tidak dapat dihidupkan, sehingga penumpang harus diturunkan kembali.

Ia mengakui, sebelum penumpang proses boarding, semua pesawat harus mendapatkan clearance dari teknisi penerbangan bahwa pesawat dalam kondisi laik terbang. 

Namun, berbagai masalah teknis bisa saja terjadi setelah clearance diberikan.

“Kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa teknisi tidak melaksanakan tugasnya,” kata mantan Anggota DPR RI ini.

Dalam hal ini, tegas Alvin, perlu pemeriksaan dan penyelidikan untuk mengungkap masalah apa yang terjadi dan apa penyebabnya. 

Kemudian temuan tersebut digunakan sebagai acuan pencegahan agar masalah serupa tidak terulang, baik pada pesawat tersebut maupun pada pesawat lain. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.