Selasa, 29 September 20

Merokok dan Dengarkan Musik Sambil Berkendara Tak Ditilang

Merokok dan Dengarkan Musik Sambil Berkendara Tak Ditilang
* Ilustrasi berkendara sepeda motor sambil merokok. (foto: Kapoy/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dirlantas Polda Metro Jaya menegaskan pengendara yang merokok dan mendengarkan musik saat berkendara tidak ditilang.

“Sudah saya sampaikan memang, untuk yang merokok, mendengarkan musik itu tidak ditilang, saya ulang lagi, tidak ditilang,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra di Car Free Day (CFD), Bunderan HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2018).

Hanya saja, kata Halim, apabila pengendara mengendarai kendaraannya sambil merokok dan mendengarkan musik dengan tidak wajar dan tidak konsentrasi, tentunya melanggar aturan.

Halim mencontohkan, bila saat mengendara menggunakan telepon genggam adalah salah aktivitas yang mengganggu konsentrasi. Ia menilai bila seseorang tengah asyik menggunakan telepon selular saat berkendara dapat memicu pelanggaran bahkan kecelakaan.

“Terjadi kecelakaan kalau pegang HP terus malah melanggar rambu, jadi bisa saja ditilang,” ujar Halim.

Namun hal tersebut berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto yang mengimbau kepada pengendara untuk tidak merokok, mendengarkan audio, dan memutar VCD saat berkendara. Hal itu dapat membahayakan orang lain dan pengendara tersebut.

“Kegiatan tersebut kan bisa mengurangi konsentrasi, tidak boleh karena membahayakan. Jangan sambil rokok, mendengarkan musik, radio, memutar VCD, tidak boleh,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (2/3).

Apa pun alasannya, secara aturan hukum tidak boleh dilakukan oleh pengendara, baik pengendara roda dua maupun roda empat. “Sedangkan konsekuensi logis dia yang nanggung pelanggaran itu sendiri,” tandasnya.

Imbauan itu merujuk kepada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 Ayat 1 yang berbunyi: setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Selain itu dalam Pasal 283 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan.

Dalam pasal tersebut, setiap pengemudi yang melanggar bisa dikenakan dipidana dengan kurungan penjara maksimal tiga bulan dan denda paling banyak Rp750 ribu. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.