Sabtu, 28 Mei 22

Menyimak Perang PDI-P Melawan FPI

Menyimak Perang PDI-P Melawan FPI

Jakarta, Obsessionnews.com – Pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri ‎pada HUT ke-44 PDI-P tanggal 10 Januari 2017 mendapat banyak kecaman terutama dari Front Pembela Islam (FPI), organisasi massa Islam yang dipimpin oleh Habib Rizieq Syihab.

Di depan para tokoh politik dan ratusan kader PDI-P serta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir di HUT PDI-P itu, Megawati menyinggung berbagai persoalan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia di penghujung tahun 2016. Khususnya menyangkut persoalan SARA. ‎

Isi pidato Megawati juga ‎menyoroti (menuding) banyaknya kelompok-kelompok antikeberagaman yang dianggap memunculkan isu konflik bernuansa SARA. ‎ Selain itu, Megawati banyak menyinggung tentang ideologi tertutup yang mencoba menghadapkan agama Islam dan Pancasila.

Sebagai ulama, Rizieq menyesalkan dengan apa yang disampaikan oleh Megawati di forum terbuka itu karena telah menuding mereka yang memiliki ideologi tertutup membenturkan Islam dengan Pancasila. Padahal menurut Imam besat FPI ini, Islam dan Pancasila tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.

‎‎”Saya sesalkan mendengarkan salah satu pimpinan parpol yang menyinggung ideologi tertutup yang mencoba menghadapkan agama Islam dan Pancasila. Ini kami sesalkan,” kata Habib Rizieq, Rabu (11/1).

Rizieq semakin sedih, saat ‎ada ungkapan dari Megawati ‎ tentang ajaran Islam yang berkaitan dengan iman kepada hari akhir. Megawati menganggap akhirat sebagai ramalan masa depan yang belum tentu benar. Bahkan, Megawati mempertanyakan para pemimpin  yang seolah-olah paling tahu tentang kehidupan setelah mati.‎‎

Bagi Rizieq, ucapan Megawati sangatlah keliru, kepercayaan adanya kehidupan setelah mati adalah bagian dari rukun iman yang‎ wajib diimani bagi seluruh umat Islam, bukan sesuatu hal yang harus diperdebatkan apalagi sampai diragukan.

‎Rizieq khawatir pernyataan tersebut mengundang konflik horizontal antar umat beragama. Hal itu dianggap bisa membahayakan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan pilar -pilar negara. ‎Karena sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia, tidak ada satu pun tokoh yang menjadikan Pancasila untuk menggugurkan rukun iman.

PDI-P Terpancing‎

‎Pernyataan Rizieq yang keras mengkritik pidato politik Megawati mendapat respons balik dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sebagai kader, Hasto menyatakan tidak ada yang salah dari isi pidato politik Megawati. ‎Karena pidato itu dianggap lahir dari perenungan yang mendalam atas kecintaannya terhadap bangsa.

Seolah tidak mau terjadi perang opini antara Rizieq dengan Megawati, Hasto pun menyatakan, bahwa PDI-P siap melakukan perlawanan secara hukum terhadap Rizieq apabila yang bersangkutan tidak menerima dengan apa yang disampaikan Megawati. ‎

“Sekiranya Bapak Rizieq Shihab memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum Partai, maka sebagai Sekjen Partai tegaskan siap berhadapan dengan Pak Rizieq,” ujar dia.‎

Hasto kembali menuding, bahwa selama ini sang Habiblah yang disebut telah menabur kebencian dan memecah belah bangsa dengan aksi-aksinya. Bahkan, Hasto menyebut FPI sebagai ormas Islam yang telah melampaui batas karena dianggap  telah membubarkan aksi kemanusiaan berupa pengobatan gratis.

‎”‎Tidak bisa diterima dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat. Ada batas kesabaran dari kami, dan pesan yang  ingin saya sampaikan ke Bapak Rizieq adalah kami tidak takut. Kami siap berhadapan jika mereka terus bertindak main hakim sendiri,” ‎ucap Hasto.

Saat lagi seru-serunya perang opini antara Rizieq dengan PDI-P, publik diramaikan berbagai meme‎ yang mengilustrasikan tentang siapa sebenarnya tokoh atau ormas yang telah melampaui batas kewajaran. Meme ini menyebar dan menjadi viral di media sosial.

Seperti ada meme yang bertulis:

FPI tidak merampok uang rakyat
FPI tidak tidak pernah menjual aset negara
FPI tidak pernah merubah UUD 1945 menjadi UU 2002 yang telah menghasilkan hampir 115 UU pro asing dan anti nasionalis
FPI tidak pernah meminta kekuasaan
FPI tidak mencuri SDA negeri ini
FPI tidak pernah memberi fasilitas kepada cukung asing yang telah merampok uang negara Rp 600 T
FPI tidak pernah menjual dua pulau kepada asing.

Jadi dimana letak melampaui batasnya……??‎
Anda sendiri yang sudah melampaui batas….!!!!‎

(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.