Senin, 27 September 21

Menurut Mentan, Ini Alasan Jokowi Pecat Dirut Bulog

Menurut Mentan, Ini Alasan Jokowi Pecat Dirut Bulog
* Amran Sulaiman

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku sudah mendengar kabar pemecatan Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat. Amran mengatakan alasan pemecatan itu karena presiden Jokowi menilai kinerja Lenny tidak sesuai yang diharapkan.

“Sesuai dengan konsep Jokowi bahwa kita ini ditarget harus dievaluasi mingguan oleh presiden, dicek sampai mana kejar target,” ungkap Amran di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/6/2015).

Amran tidak menjelaskan apakah Lenny memenuhi target pemerintah atau tidak dalam hal penyerapan beras, namun yang jelas, sampai Mei lalu, penyerapan beras oleh Bulog baru mencapai 25 persen.

“Bukan hanya kepala Bulog tapi kami semua akan dievaluasi. Kalau sudah pergantian langsung berjalan,” katanya.

Menurut Amran, Presiden Jokowi membutuhkan penyegaran di tubuh Bulog agar ke depan optimalisasi terhadap peran badan ini lebih baik lagi. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai lumbung padi.

“Sekarang ini kita merubah sistemnya jadi yang dulu profit oriented menjadi bulog stabilisator dan masuk ke petani jadi langsung masuk ke tingkat petani, jadi langsung hadir di tengah petani,” jelasnya.

Seperti diketahui, selama ini, bulog hanya mampu menyerap 30 persen sampai 40 persen beras dan gabah kering dari petani. Pada tahun 2015 ini, sesuai instruksi presiden (inpres) No.5 Tahun 2015, bulog ditargetkan mampu menyerap gabah dan beras dari petani sebanyak 2,7 juta ton.

Tetapi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkatkan target tersebut, dengan meminta bulog menyerap gabah dan beras dari petani mencapai 4,5 juta ton.

Lenny Sugihat menduduki jabatan Dirut Perum Bulog pada Desember 2014. Sebelumnya dia menjadi salah satu direksi di BRI sejak 2006. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.