Kamis, 18 Juli 19

Menunggu Media Sosial Bernama Pancasila

Oleh: Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi

 

“Sudah punya facebook belum?” suara itu sering kita dengar, namun jarang ada yang bertanya, sudah punya (sebut saja dalam hatimu salah satu media atau medsos lokal) belum?. Jadi hampir setiap kita telah menjadi “brand ambassador” bagi facebook, twitter, Instagram, youtube, google, dll.

Facebook, dll ingin setiap manusia di planet ini menjadi warganya, tanpa mereka harus memikirkan ketersediaan tanah, air, udara, lapangan pekerjaan, dll. Justru facebook, telah menyiapkan rumah, beranda, televisi, kotak saran, kolom komentar, radio, etalase tempat jualan bagi siapapun yang ingin menjadi warganya, semua gratis?. Namun facebook, dll “punya data dan milyaran pengiklan”, ehm.

Kreatifitas harus dilawan kreatifitas. Nah, mampukah kita membuat medsos seperti facebook dengan nama Pancasila, perlu anak muda yang didukung semua, sebagaimana pemerintah Amerika mendukung facebook, google, youtube, dan medsos karya anak Amerika lainnya dari kritikan negara-negara Eropa. Atau selamanya bangsa kita menjadi pengguna medsos, mesin pencari karya orang lain.

Yakinlah kita mampu, sudah banyak medsos lokal, sayang minim dukungan. Tidak mustahil jika suatu saat seorang Guru bertanya kepada murid2nya di sebuah SD di California, “hallo, sudah punya Pancasila belum, besok dibuat akunnya yah?”. (Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi). Depok, 1 Juni 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.