Jumat, 22 Oktober 21

Menteri Tak Bermazhab Nawa Cita Perlu Direshuffle

Menteri Tak Bermazhab Nawa Cita Perlu Direshuffle
* Diskusi "Alarm Bahaya untuk Jokowi-JK Reshuffle Kabinet Sebagai Solusi" di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Jakarta, Obsessionnews – Isu reshuffle (perombakan) Kabinet Jokowi-JK kembali dihembuskan. Saat ini dianggap para kabinet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK tidak memiliki kinerja yang baik dan hanya mempertontonkan kegaduhan di internal kabinet.

“Pertentangan Rizal Ramli (RR) dengan Sudirman Said (SS) mengganggu, sehingga target untuk menguasai ekonomi sulit dan sampai kapanpun akan terjadi kegaduhan seperti itu,” ungkap  Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB)  Adhie Massardi dalam diskusi publik dengan tema “Alarm Bahaya untuk Jokowi-JK Reshuffle Kabinet Sebagai Solusi” di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK  dikendalikan oleh jaringan Kuntoro (JK) dan jaringan Jusuf Kalla (JK). Adhie  menyebutkan JK)termasuk Sudirmam Said Cs dianggap bagian kekuatan yang mengendalikan kebijakan. “Kalau di zaman Orde Baru (Orba) dan usai reformasi satu mazhab, bahkan kepemimpinan SBY satu mazhab. Kalau sekarang ada dua mazhab,” tuturnya.

Adhie menegaskan, Jaringan Kuntoro tidak memiliki orientasi menyukseskan Nawa Cita, melainkan berorientasi pada multi nasional corporate. “Mereka kan menginginkan agar Indonesia masuk pasar bebas. Jadi segala sesuatu ditentukan oleh pasar. Padahal kita punya konstitusi pasal 33 diperuntukkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

Ia menyarankan, perlu kabinet kerja direshuffle agar mengurangi kegaduhan. “Mereka ini (jaringan Kuntoro) tidak mungkin berpihak pada Nawa Cita karena mazhabnya  lain. Mazhabnya bukan untuk rakyat Indonesia tapi pada rakyat internasional. Reshuffle memakai kelompok mereka juga tidak ada masalah, sehingga tidak ada keributan di dalam kabinet,” harapnya.

Adhie mengungkapkan, kebijakan sumber daya alam (SDA) harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. ” Mereka ini selalu tidak mau pengelolaan sumber daya alam melibatkan rakyat Indonesia. Hampir semualah yang menguntungkan asing itu, sebab mereka punya akses besar, punya jaringan dan modal,” duganya.

Untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari kepentingan asing, menurutnya, Jokowi harus memilih orang yang diketahui dan berpengetahuan untuk bisa direkrut di kabinet dan bisa membangun politik Nawa Cita. “Paling tidak keluar dari dua JK ini,” pungkasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.