Minggu, 24 Oktober 21

Menteri Susi Pimpin Tenggelamkan 31 Kapal Ilegal

Menteri Susi Pimpin Tenggelamkan 31 Kapal Ilegal

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115, melalui live streaming di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, memimpin penenggelaman 31 kapal illegal fishing. Di mana kapal-kapal ilegal diledakkan secara serentak, Senin (22/2/2016), tepat pukul 11.00 WIB.

“Penenggelaman ini merupakan komitmen pemerintah untuk memberantas kapal-kapal pencuri ikan di Indonesia. Kami akan terus melakukan pemantauan di semua titik perairan Indonesia,” ungkap Susi.

Penenggelaman kapal ilegal pertama kali pada 2016 ini, dilakukan di lima titik lokasi yakni Pontianak-Kalimantan Barat sebanyak 8 kapal (Vietnam), Bitung-Sulawesi Utara sebanyak 10 kapal (6 Filipina, 4 Indonesia), Batam-Kepulauan Riau sebanyak 10 kapal (7 Malaysia, 3 Vietnam), Tahuna-Sulawesi Utara sebanyak 1 kapal (Filipina) dan Belawan – Sumatera Utara sebanyak 2 kapal (Malaysia dan Belize).

Kegiatan penenggelaman dilaksanakan atas dukungan dan kerja sama yang intensif dengan TNI AL, POLRI, Bakamla, Kejaksaan Agung, dan instansi terkait lainnya yang diwujudkan melalui berbagai dukungan, khususnya unsur-unsur Kapal Pengawas Perikanan KKP, KRI TNI Angkatan Laut, Kapal Polisi, dan Kapal Bakamla.

Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing dilakukan dengan mengacu pada Pasal 76A UU No. 45/2009 tentang Perubahan Atas UU No 31/2004 tentang Perikanan, yaitu benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri, dan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Penenggelaman kapal ini akan menambah jumlah kapal yang sudah ditenggelamkan sejak bulan Oktober 2014. Tercatat hingga saat ini berjumlah 151 kapal, terdiri dari 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal Tiongkok, dan 14 kapal berbendera Indonesia. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.