Kamis, 2 Desember 21

Menteri Susi Jembatani Pengusaha

Menteri Susi Jembatani Pengusaha

Jakarta, Obsessionnews – Sekitar 50 orang pengusaha eksportir perikanan dan kelautan dipanggil oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti, Senin (4/5/2015), di Kementerian KP. Pertemuan ini membahas berbagai macam persoalan yang intinya bagaimana membuat suatu langkah yang produktif.

“Hari ini kita bertemu dengan rombongan pengusaha udang, rumput laut, tuna dan segala macam. Ini membahas segala macam persoalan, yang intinya hari ini kita membuat suatu langkah yang produktif,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers.

Tak hanya itu kata Menteri Susi, ia ingin menjembatani perusahaan dan memperjuangakan “fiskal-fiskal” yang memberatkan para perusahaan hingga saat ini. Ia juga menilai kalau permasalahan ini harus segera diselesaikan.

“Intinya kita ingin menjembatani persoalan dan memperjuangan Fiskal-fiskal yang memberatkan perusahaan untuk bisa kita selesaikan,” ucap Menteri Susi.

Menteri Susi juga menegaskan hingga saat ini masih tetap berjalan moratorium yang telah diterapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bagi yang transhipment di Asia Fasifik masih tidak diperbolehkan.

“Kalau moratorium tetap berjalan, yang transhipment memang di Asia Fasifik ya tidak boleh,” pungkasnya.

Selain itu, dalam pertemuan itu juga membahas rencana pengembangan hasil alam rumput laut dengan memperdayakan masyarakat petani.

Menteri Susi juga menegaskan, bahwa pertemuan ini, para undangan dan kementerian ingin menyelesaikan semua persoalan. Ini menciptakan sesuatu membawa spirit baru agar tercipta suasana yang konduktif dan produktif.

Menteri usi2

Mengenai Masyarakt Ekonomi Asean (MEA), para para eksportir perikanan tersebut juga meminta kepada Kementerian agar diadakannya pembatasan terhadap para investor asing, agar para eksportir lokal dapat bersaing di pasar internasional.

“Mereka tidak ada problem dengan pemasaran. Mereka khawatir investor asing buka pabrik di sini, yang menyebabkan kita kalah bersaing. Pengusaha Indonesia visibility bisa jadi dominan player di MEA,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha yang hadir dari Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Rumpt Laut Indonesia H. Sasmoyo S.Boesari mengatakan pertemuan yang digelar bersama ini sangat mengapresiasi dan sangat luarbiasa, karena ini merupakan suatu bentuk komunikasi antara pemerintah dengan pengusaha.

“Pertemuan ini sesuatu hal ini jarang terjadi, dan sangat bermanfaat bagi kami, Pemerintah juga menampung aspirasi yang kami inginkan,” kata Sasmoyo kepada Obsessionnews.

Begitu juga yang disampaikan oleh Ketua Bidang Hubungan Antar Kelembagaan dan Luar Negeri Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI) RP.Raditya Poernomo, ia mengatakan pertemuan dengan KKP ini adalah ada paragdima baru dalam pemerintahan baru, bagaimana kita melakukan usaha di Indonesia dengan memperhatikan ekosistem yang ada.

“Bagaimana kita sangat memperhatikan visibility keberlanjutan usaha dan kita juga harus memperhatikan dan menghindari kegiatan IUU Fishing, karena itu akan merusak ekosistem dan merugikan negara,” tutur Raditya Poernomo. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.