Minggu, 18 April 21

Menteri Susi: Jangan Kalah dengan Mafia!

Menteri Susi: Jangan Kalah dengan Mafia!

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus bertekad memberantas illegal fishing, unreported and unregulated (IUU) fishing. Menteri KKP Susi Pudjiastuti bahkan menyatakan tidak akan gentar meski harus menerima tuntutan balik seperti yang dilakukan pemilik Kapal MV Hai Fa yang menyerang balik Menteri Susi dengan tuntutan Rp1 triliun.

“Jadi, kita mau tangkap pencuri, Kitanya malah dituntut sama pencuri,” ungkap Menteri Susi di kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015), dengan nada heran dan geram terhadap para mafia ‘bangsat’.

Sebagai negara yang merdeka, lanjut Susi, Indonesia harus bisa menegakkan hukum. “Jangan sampai negeri yang berdaulat ini malah dituntut atas penegakan hukum. Kita nggak takut dan nggak kecil hati, negara nggak boleh kalah dengan mafia!” seru Menteri KKP.

Sang Menteri juga berharap, jangan sampai keputusan Pengadilan Negeri Ambon yang membebaskan Kapal MV Hai Fa dengan hukuman ringan terulang kembali. Yakni, Hai Fa sudah terbukti melakukan IUUF di lautan Indonesia. “Seharusnya kapal dari China tersebut tidak dapat lagi melaut. Sayangnya pemilik Hai Fa hanya mendapatkan hukuman denda sebesar 200 juta rupiah,” bebernya.

Mengenai ulah pengadilan yang hanya mengenakan denda Rp200 juta kepada pemilik Kapal Hai Fa, Menteri Susi menilai tidak sebanding dengan untung yang mereka dapatkan. “Ya dia sudah bayar denda Rp200 juta, jadi bisa melenggang kabur. Jual ikannya (hasil curian) saja bisa sampai Rp9 miliar, bayar Rp 200 juta ya tidak masalah,” geram sang Menteri jengkel.

Namun, akibat aksi Menteri Susi yang berhasil menangkap dana membongkar apa yang dilakukan Hai Fa, maka kapal tersebut kini menjadi buronan dunia internasional yang langsung ditangani oleh International Criminal Police Organization (Interpol).

“Hai Fa itu sudah dapat Purple Notice dari Interpol, jadi sudah jadi otomatis sudah menjadi kewenangan Interpol, Interpol yang akan tangkan mereka untuk kita,”‎ ungkapnya pula.

Dengan status tersebut, Hai Fa menjadi buronan penegak hukum atau masyarakat sipil internasional yang berada di 190 negara untuk mengumpulkan informasi terkait MV Hai Fa, yang dapat ditindaklanjuti ke penegakan hukum.

Dari posisi terakhir, Hai Fa berada di perairan Hong Kong. Terkait keberadaan itu, Interpol telah mengirimkan surat kepada NCB Hongkong untuk memantau dan memberikan informasi aktivitas Hai Fa. (Ali)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.