Senin, 29 November 21

Menteri Susi Apresiasi Penangkapan Kapal Pembawa Amonium Nitrat di Sulsel

Menteri Susi Apresiasi Penangkapan Kapal Pembawa Amonium Nitrat di Sulsel
* Tim Gabungan Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Selayar dan Sat Polair di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel mengamankan 10 ABK kapal KLM Motor Eka Putri.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penangkapan kapal KLM Motor Eka Putri oleh Tim Gabungan Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Selayar dan Sat Polair di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kasiwas IPDA Agus Juniardi tersebut, KLM Motor Eka Putri kedapatan membawa 2.400 karung atau sekitar 50 ton amonium nitrat yang diduga akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan bom ikan.

“Walaupun sebetulnya jumlah ini sangat kecil dibandingkan yang ada dan beredar setiap waktunya, tapi ini merupakan awal yang sangat luar biasa,” ungkap Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima Obsessionnews.com, Sabtu (28/4/2018). 

Amonium nitrat, bahan pupuk tersebut sering digunakan oleh nelayan pelaku penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) untuk menangkap ikan karang. Setiap 250 gramnya memiliki daya rusak 5,3 m persegi. 

“Bayangkan kalau 50 ton itu digunakan untuk meledakkan karang-karang seperti apa. Dan itu setiap waktu terjadi sekarang ini, bertahun-tahun. (Tujuannya) untuk menangkap ikan tetapi yang dihancurkan luar biasa. Ini sudah saatnya kita bersama-sama untuk memerangi,” lanjut Menteri Susi.

Lokasi penangkapan terjadi di Perairan Jampea, Kayuadi atau sekitar 50 mil dari Pelabuhan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/4/2018) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. 

Kepala Polres Kepulauan Selayar Syamsu Ridwan menuturkan, penangkapan bermula dari laporan warga bahwa akan ada amonium nitrat yang akan diselundupkan ke Kepulauan Selayar. 

“Kami perintahkan tim khusus kami untuk melakukan penyelidikan di daerah Jampea. Kami berkomunikasi juga dengan pelaku dan berinteraksi dengan mereka, kita akan membeli sebanyak 700 karung. Pada saat transaksi baru kita sergap para pelaku,” ungkap Syamsu.

Menurut Syamsu, di dalam kapal tersebut juga ditemukan bendera Malaysia. Adapun barang bukti yang ditempatkan di palka bawah kapal sedianya akan dikirim ke Timor Leste dan dijual pula di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Wakatobi.

Dalam penangkapan kapal tersebut turut diamankan 10 pelaku berkewarganegaraan Indonesia yang terdiri dari kapten kapal, juru mesin, dan ABK. Semuanya merupakan warga Sulawesi Tenggara.

Kapal dan para pelaku kemudian digiring ke Pelabuhan Rauf Rahman. Selanjutnya seluruhnya diamankan di Polres Kepulauan Selayar untuk dilakukan proses pemeriksaan dan pengembangan. 

Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku, pemasok, pengedar, dan pengguna amonium nitrat bahan baku bom ikan. Pelaku akan ditindak tegas sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Syamsu mengungkapkan, ini memang  merupakan penangkapan terbesar dalam 10 tahun terakhir, 2.400 karung amonium nitrat senilai kurang lebih Rp6 miliar. Tahun 2016 lalu, pihaknya juga pernah menangkap penyelundup 1.200 karung amonium nitrat. 

“Selayar ini rawan kejadian pemasukan bahan peledak ikan ini. Namun alhamdulillah tahun ini kita bisa gagalkan sebelum 1 karung pun bisa dijual oleh mereka,” imbuhnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, perlu dilakukan kerja sama terpadu antara Polres, kejaksaan, Balai TNTB, dan Dinas Perikanan dalam upaya pemberantasan kegiatan illegal fishing di Kabupaten Kepulauan Selayar, salah satunya dengan cara melakukan operasi secara berkala.

Direktur Pemantauan dan Armada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Gunaryo mengungkapkan, sepanjang periode 2009-2017, sudah digagalkan penyelundupan sebanyak 541 ton bahan baku pembuat bom. Keberhasilan ini berkat kerja sama yang baik antara Polisi Air, TNI AL, Bakamla, PSDKP KKP, dan masyarakat sekitar. 

“Pengaduan masyarakat saat ini sangat penting artinya bagi pemerintah untuk ditindaklanjuti dengan merecek dan melakukan pengawasan di lapangan,” kata Gunaryo.

Tak hanya penyelundupan bahan pembuat bom ikan, berbagai kejahatan pencurian ikan, transhipment, penyelundupan narkotika, maupun perdagangan manusia berhasil digagalkan berkat laporan masyarakat. 

Penangkapan kapal STS-30, penangkapal 2 kapal Vietnam, dan berbagai penangkapan kapal lainnya yang belakangan terjadi juga berhasil terungkap berkat peran aktif masyarakat dalam melaporkan kegiatan yang mencurigakan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.