Minggu, 23 Januari 22

Menteri Sosial Dukung Pembangunan Pesantren di New York

Menteri Sosial Dukung Pembangunan Pesantren di New York
* Imam Islamic Center of New York Imam Shamsi Ali (kiri) dan Menteri Sosial Idrus Marham (kanan) di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (19/4/2018). (Foto: Humas Kemensos)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Rencana tokoh Islam asal Indonesia di New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, membangun pesantren di New York mendapat dukungan dari Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Idrus menganggap Shamsi adalah duta besar tak resmi bagi Indonesia dan umat Islam di Indonesia di pusat perekonomian dunia.

“Sebagai duta, Ustad Shamsi punya misi mengubah citra atau pandangan masyarakat Amerika dan dunia tentang Islam. Juga mempromosikan Islam Indonesia yang  rahmatal lil alamin  (Islam menjadi rahmat seluruh alam),” kata Idrus dalam pertemuan dengan Imam Shamsi Ali di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Kamis (19/4/2018) seperi dikutip Obsessionnews.com dari siaran pers Humas Kemensos.

Terkait dengan syiar Islam itu, Idrus melihat ada instrumen yang bisa digunakan yakni dengan pembangunan pesantren yang diinisiasi Ustad Shamsi.

“Jadi pendirian pesantren ini saya dukung, baik secara pribadi maupun sebagai Menteri Sosial,” kata Idrus.

Ia berharap pembangunan pesantren bisa secepatnya terwujud dan dapat dilaksanakan dengan baik.

Di tempat yang sama, Shamsi Ali menyatakan, di Amerika bisa menjadi wahana perjuangan untuk mempromosikan wajah Islam sesungguhnya.

“Indonesia bisa menjadi contoh Islam yang damai, Indonesia adalah contoh keragaman yang tidak dipaksanakan. Islam yang merangkul,” kata imam Islamic Center of New York ini.

Indonesia juga bisa menjadi contoh yang baik di mana Islam sebagai mayoritas menjaga minoritas, dan keragaman.

“Wajah Islam di Indonesia yang ramah telah menghapus stigma Islam sebagai teroris dan pelanggar HAM.  Inilah keunikan Islam di Indonesia yang bisa menjadi contoh yang baik di Amerika Serikat,” tandasnya.

Menurut Shamsi, saat ini pihaknya membutuhkan dana sekurangnya Rp100 miliar untuk mewujudkan cita-cita itu. Bersama sejumlah pihak, ia sedang berupaya menggalang donasi dari warga Indonesia.

“Untuk itu kami harus berkoordinasi dengan Kemensos karena pembukaan donasi seperti ini kan butuh legalitas. Kami harap nanti cita-cita mewujudkan pesantren ‘Indonesia’ di sana bisa menjadi kenyataan,” ujar Shamsi. (arh)

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.