Senin, 4 Juli 22

Menteri Sebut #SkipChallenge Permainan Berbahaya

Menteri Sebut #SkipChallenge Permainan Berbahaya
* Skip Challenge (Foto: pojoksatu.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Trends permainan yang disebut #SkipChallenge sedang ramai dipertontonkan di media social (medsos). Permainan ini penuh dengan tantangan dan sering kali di mainkan oleh kalangan remaja. Sayangnya jenis permainan ini sangat berbahaya, bahkan mengancam jiwa.

Di negara Barat khususnya Amerika, Tantangan #SkipChallenge ini disebut dengan Choking Game atau #PassoutChallenge. Cara bermainnya dengan menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa detik dan menyebabkan pemain kekurangan oksigen, lalu jatuh pingsan.

Nama permainan itu ternyata menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Jumat (10/3/2017) hingga pukul 10.30 WIB berita tersebut dibaca lebih dari 5.000 kali.

Permainan mematikan ini juga bisa dilakukan sendiri menggunakan tali yang dililitkan ke dada lalu ditarik, seperti mencekik leher sendiri. Namun, para remaja biasanya melakukan secara berkelompok atau lebih dari dua orang.

Dilansir dari media online, sebuah studi CDC baru-baru ini menganalisis 82 kasus #SkipChallenge yang berisiko pada kematian. Menurut studi rata-rata usia anak yang melakukan permainan mematikan ini adalah enam sampai 19 tahun dan sebesar 87 persen permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki. Studi juga menemukan 93 % orangtua belum mengetahui permainan #SkipChallenge yang mengancam jiwa anak-anak mereka.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta para remaja untuk mengurungkan niatnya ikut permainan #Skip challenge. Permainan ini sudah sejak tahun lalu beredar namun baru kali ini ramai dibicarakan. Meski sebuah permainan, Mendikbud beranggapan, tindakan yang dilakukan pada #Skip challenge berbahaya.

“Kalau saya melihat video yang beredar di media sosial, menurut saya (skip challenge) termasuk jenis permainan yang membahayakan kesehatan bahkan jiwa,” kata Muhadjir, melalui pesan singkat kepada media online di Jakarta.

Muhadjir menilai, banyaknya remaja yang ingin mencoba permainan #SkipChallenge karena didorong rasa penasaran dan merasakan tantangan baru. Namun, mereka tidak memerhatikan dampak kesehatan yang ditimbulkan dari permainan #SkipChallenge ini.

Muhadjir mengimbau, agar pihak sekolah lebih aktif untuk mengantisipasi merebaknya #SkipChallenge  di lingkungan sekolah. Meski menuai kontroversi, fenomena #SkipChallenge di kalangan remaja menjadi viral di media sosial. Banyak remaja yang melakukan permainan #SkipChallenge tanpa menyadari bahayanya.

Banyak video yang disebar di media sosial dilakukan di ruangan kelas atau di lingkungan sekolah. Kebanyakan orang tak menyadari bahaya tantangan #SkipChallenge yang ditengarai dapat membuat seseorang pingsan, karena kurangnya oksigen ke otak. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.