Minggu, 16 Juni 19

Menteri Puspayoga Akan Bangun 53 Pasar Rakyat

Menteri Puspayoga Akan Bangun 53 Pasar Rakyat
* Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menandatangani prasasti menandai peresmian Pasar Karang Bayan di Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat. (Foto: dok Kemenkop dan UKM)

Mataram, Obsessionnews.com – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengaku diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbesar kuota program revitalisasi pasar rakyat bagi pedagang kecil di daerah. Harapannya dengan bertambahnya jumlah pasar rakyat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

“Kita diminta bangun pasar oleh Presiden Jokowi untuk membantu rakyat. Untuk apa? Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Tetapi tidak hanya pertumbuhan ekonomi saja yang kita kejar, pemerataan kesejahteraan juga penting,” kata Puspayoga saat meresmikan Pasar Karang Bayan di Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (2/4/2019).

Turut hadir antara lain Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br Simanungkalit, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Saswadi dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Barat Fajar Taufik.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Puspayoga menyiapakan anggaran sekitar Rp 53 miliar untuk revitalisasi sebanyak 53 pasar rakyat pada tahun 2019 ini. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu yang hanya berjumlah 51 unit. Untuk 1 unit pasar dianggarkan sebesar Rp 950 juta yang bersumber dari Dana Tugas Pembantuan. 

“53 itu yang sudah penuni syarat, kalau 1000 bisa kita bangun. Syaratnya tanah resmi dan tidak jauh dari pedagang aslinya, karena pengalaman saya pindahkan pedagang ke pasar baru itu gak gampang, sulit juga,” ujar Puspayoga.

Untuk diketahui Kemenkop dan UKM sejak tahun 2003-2018 telah merevitalisasi pasar rakyat di 389 Kab/kota sebanyak 779 unit. Khusus untuk Provinsi NTB sebanyak 31 unit pasar (2007-2019). Pada tahun 2019 ini, Kemenkop dan UKM mengalokasikan program ini fokus kepada daerah yang terkena dampak bencana.

Dalam kunjungan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Menteri Puspayoga meresmikan Pasar Karang Bayan di Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat. Peresmian pasar itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Puspayoga. Pasar ini menempati tanah milik pemerintah daerah dengan total luas 1000 m2. 

“Jadi manfaatkan dengan baik, jaga kebersihan dan drainase dibersihkan terus supaya baunya itu gak numpuk di sini. Kalau di Bali pasar tradisional banyak dikunjungi turis, misal pasar Sindhu Sanur,” harap Puspayoga.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengungkapkan bahwa sejak dulu pedagang lokal terus mendesak supaya Pasar Karang Bayan segera dibuka agar mereka bisa berjualan. Mengingat selama ini pedagang khususnya dari Desan Karang Bayan belum memiliki pasar permanen. Mereka hanya memanfaatkan bahu jalan untuk menjajakan barang dagangannya.

“Kami sangat butuh bantuan terkait menghidupkan KUKM yang ada di masyarakat kami. Ini (pasar) akan menjadi suport bagi kami untuk membangun ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati Fauzan.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria br Simanungkalit mengatakan setelah diresmikan Menkop dan UKM Puspayoga, Pasar Karang Bayan akan dihibahkan ke pemerintah daerah. Sedangkan untuk pengelolaannya akan diserahkan kepada Koperasi Wanita Nurfallah Pekka (Perempuan Kepala Keluarga). Sebanyak 62 pedagang akan menempati 16 kios dan 46 lapak yang ada di dalam pasar tersebut.

“Kita harapkan dengan pasar ini bisa meningkatkan daya saing produk, dan pendapatan pedagang semakin meningkat. Itu harapan kita. Dan koperasi juga bisa mendapatkan tambahan keuntungan di sini. Jadi akan terjadi perputaran uang di desa,” kata Victoria.

“Saya menyambut baik dengan ditunjuknya KOPWAN Nurfalah Pekka untuk mengelola pasar rakyat ini, dimana KOPWAN ini, menurut Infromasi yang saya terima merupakan KOPWAN pertama dari 33 pasar rakyat yang ada di Lombok Barat yang diberikan kesempatan untuk mengelola pasar rakyat,” sambungnya.

Hal ini menurut dia, merupakan harapan dan sekaligus tantangan kepada KOPWAN agar bisa mengelola pasar rakyat dengan baik. “Dengan adanya pasar rakyat ini semoga bisa mewadahi kepentingan Ibu-Ibu yang menjadi pedagang didesa Karang Bayan ini, tidak perlu lagi berjualan di pinggir jalan terkena terik matahari dan kebasahan dikala hujan, ditambah dengan pengelolaan pasar rakyat,” pungkas Victoria.

Marsunin (43), salah seorang pedagang menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun pasar bagi mereka. Marsunin kesehariannya berjualan pakaian anak, sembako, dan daging di pinggiran jalan. Setiap hari harus dibuat repot dengan membawa barang dagangnya dari rumah ke tempat jualan, atau sebaliknya.

“Terima kasih kita sudah dibangun pasar supaya jadi tempat kami usaha. Kalau dulu pulang pergi di pinggir jalan. Jadi repot. Makanya kita berterima kasih kepada pemerintah,” katanya.

Setelah menempati kios di Pasar Karang Bayan, Marsunin rencana ingin menambah barang dagangannya sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, perempuan kelahiran tahun 1976 itu berharap supaya diberikan bantuan modal usaha dari pemerintah. 

“Supaya maju lagi usahanya. Saya minta kalau bisa dibantu pinjamkan modal. Modal saya untuk jualan ini saja Rp 100 juta. Karena kita tidak bisa hanya jualan satu macam,” tutur Marsunin. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.