Selasa, 21 September 21

Menteri Puan dan 4 Menteri Lain Dapat Rapor Merah

Menteri Puan dan 4 Menteri Lain Dapat Rapor Merah

Jakarta, Obsessionnews – Hasil Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menyatakan kinerja Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla tidak semua memiliki catatan bagus. Ada beberapa menteri yang memiliki rapor merah lantaran kinerjanya dianggap lemah.

Ikhsan Rosisi peneliti senior LSJ menyebut, ada lima menteri yang kinerjanya dipandang paling buruk dibanding yang lain. Salah satunya adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

“Menteri-menteri yang menangani masalah-masalah tersebut cenderung memperoleh persepsi negarif dari publik sebagaimana ditemukan oleh survei LSJ kali ini,” ujar Ikhsan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2015).

Dalam survei tersebut nilai ketidakpuasan terhadap kinerja Menteri Puan mencapai 41,5 persen, sedangkan Menteri Rini, 50,9 persen. Adapun menteri lain yang mendapat rapor merah yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dengan nilai 52,7 persen.

Kemudian disusul dengan Menteri Kehutanan Siti Nurbaya dengan nilai 49,4 persen, dan juga Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dengan 42,3 persen. ‎Menurut Ikhsan, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah Jokowi-JK cenderung mengalami penurunan.

“Ketidakpuasan publik menonjol dalam tiga hal, yaitu ketidakmampuan pemerintah mengendalikan kurs dolar, bencana asap atau kebakaran hutan, dan penanganan dibidang olahraga,” tuturnya

Ikhsan mengungkapkan, survei tersebut dilakukan ‎di beberapa kota besar yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Medan, Palembang, Padang, Pontianak, dan Balikpapan. Pada 27-31 Oktober 2015.

“Jumlah sampel sebesar 831 responden dengan pencuplikan secara sistematis dengan margin error 3,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” tuturnya.

Pengumpulan data, kata Ikhsan, dilakukan dengan teknik wawancara melalui telepon dengan pedoman kuesioner. Responden diambil secara proporsional, yaitu 50 persen perempuan dan 50 persen laki-laki. Responden yang diwawancara berusia 17 tahun keatas.

Ikhsan menegaskan, survei ini dilengkapi studi kualitatif berdasarkan analisis media dan studi kuantitatif berdasarkan sumber sekunder.‎‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.