Minggu, 25 September 22

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman
* Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Di bawah kepemimpinannya, di Kementerian Pertanian kedaulatan pangan di Indonesia semakin membaik. Persediaan beras dan jagung sudah cukup dan harga bahan pangan lain mulai turun. Bahkan Indonesia telah mampu ekspor beras. Tak heran jika Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut kestabilan harga di sektor perekonomian tahun 2017 ini terbaik dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Yang membanggakan, capaian tersebut juga diakui The Economist Intelligence Unit (IEC) yang tahun ini mencatatkan Indonesia berada di peringkat 21 dari 113 negara. Bahkan untuk aspek Sustainability Agriculture, Indonesia bertengger di posisi 16 dengan nilai 53,87 bersaing dengan Argentina dan China. Maka tak heran jika Amran pun meyakini di tahun mendatang peringkat Indonesia akan terus meningkat hingga masuk 10 besar dan pada tahun 2045 Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

Karena keberhasilannya itu, tak heran jika Presiden RI Bapak Jokowi pun memuji dan mengapresiasi kinerjanya. “Saya bahagia sekali punya Menteri Pertanian sekelas Bapak Amran. Setahu saya, sakitnya (izin sakit) sampai 3 kali, beliau malah sampaikan tadi 20 kali, artinya yang 17 kali tidak izin.” Begitulah ungkapan Presiden Joko Widodo yang mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Menurut orang nomor wahid di Indonesia ini, selama 2 tahun menjabat sebagai menteri, Amran terbilang sukses mengembangkan program pertanian.

Jokowi juga menilai Amran sebagai sosok menteri yang mampu bekerja sama dengan Menteri Perdagangan dalam mengelola produk-produk pertanian. Duet dua menteri ini, diharapkan Jokowi mampu menyelesaikan fluktuasi harga pangan. Pujian ini senyatanya pantas disematkan pada pria kelahiran Bone, 27 April 1968 ini. Sebelum itu, di awal jabatannya, Menteri Pertanian Republik Indonesia ke-26 ini dinilai fenomenal karena Amran mampu mencegah impor beras besar-besaran seperti yang pernah terjadi di tahun 1998-an.

Meski kondisi kekeringan tahun 2015 lebih kuat dari 1997 yang menyebabkan pemerintah melakukan impor beras sebanyak 7,1 juta ton, namun hal itu tidak terjadi selama periode kabinet kerja 2014-2015. Amran sukses melakukan antisipasi dini dan penanganan kekeringan atau El-Nino sejak Oktober 2014. Caranya dengan mendistribusikan 21.953 unit pompa air, rehabilitasi irigasi tersier, membangun 2.000 sumur dangkal di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Grobogan, membangun 100 unit embung dan dam-parit, bekerjasama dengan BNPB melakukan hujan buatan, dan memberikan asuransi usaha tani untuk 1,0 juta ha.

Di sisi lain, sadar bahwa kerja bersama menjadi salah satu faktor keberhasilan, Amran pun terus menjalin sinergitas bersama kementerian lain. Salah satunya, keturunan Raja Bone ke 23 ini men-support Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang tengah menyiapkan lahan untuk disulap menjadi hutan sosial. Pengelolaannya akan diberikan kepada masyarakat untuk ditanami berbagai rempah-rempah sehingga Indonesia sebagai negeri kaya rempah bisa kembali berjaya.

Dukungan Kementerian Pertanian dilakukan dalam bentuk pemberian bantuan berupa alat dan mesin pertanian, bibit, atau benih gratis. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam program redistribusi lahan seluas 12,7 juta hektare (ha). Itu semua diyakini Amran untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negeri yang kaya rempah-rempah. Dulu, rempah-rempah melimpah di Maluku, Bengkulu, Sulawesi, dan daerah lainnya. (Fath)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.