Minggu, 17 Oktober 21

Menteri Pertanian Ditagih Janji Traktor Buat Petani

Menteri Pertanian Ditagih Janji Traktor Buat Petani

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan membagikan traktor bulan depan untuk Ponorogo. Alasannya, karena DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Kementerian Pertanian baru cair.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai, pernyataan dari Menteri Pertanian ini berarti darurat alias pernyataan panik karena penarikan traktor dari petani hanya membuat Presiden Jokowi malu sekali.

“Jokowi sudah menyatakan bahwa ‘Pemerintah akan memberikan bantuan Traktor sebanyak 41 ribu  ke seluruh Indonesia. Dan untuk Ponorogo sebanyak 3 ribu’ tapi setelah Jokowi menyatakan tersebut, traktor  ditarik kembali, dan ini sangat menyakitkan rakyat,” tandasnya, Rabu (18/3/2015).

Selain itu, lanjutnya, pernyataan Menteri Pertanian tersebut bukan hanya panik, melainkan Andi Amran Sulaiman harus berpikir serius untuk membagi traktor bagi petani untuk bulan depan. “Ini kalau dia tidak mau dituduh ‘pembual besar’ alias  tidak konsisten antara penyataannya dengan kondisi di lapangan karena belum ada lelang pada kementeriannya untuk lelang pengadaan traktor,” tutur Uchok.

Uchok membeberkan, kalau melihat lelang di Kementerian Pertanian tertanggal 18 Maret 2015 atas pengadaan alat mesin pertanian berupa traktor untuk tahun 2015 hanya ada dua lelang traktor sebesar Rp1,7 miliar, yaitu pertama, pengadaan traktor pertanian dengan paket anggaran sebesar Rp650 juta. Kedua, pengadaan traktor besar (1 unit) dan traktor mini (1 unit) sebesar Rp1 miliar.

Kemudian, pada tahun 2014 juga pengadaan traktor pertanian hanya sebesar Rp640 juta. Pada tahun 2013 ada 4 item untuk pengadaan traktor dengan jumlah anggaran sebesar Rp102 miliar. Sedangkan pada tahun 2012 ada 5 item untuk pengadaan traktor dengan jumlah anggaran sebesar Rp119 miliar.

Dengan demikian, tegas Uchok, pihaknya meminta kepada Menteri Amran agar jangan coba-coba menyiasati pengadaan lelang dengan cara penunjukan langsung oleh Kementerian Pertanian. “Kalau terjadi penunjukan langsung oleh Kementerian Pertanian, ini namanya korupsi dalam pelelangan untuk pengadaan traktor,” paparnya.

Lebih lanjut, Uchok meminta kepada Menteri Pertanian untuk segera merealisasikan janjinya. Karena janji adalah utang yang harus dibayar Menteri. Yakni, bulan depan, rakyat harus  dapat traktor kembali. “Traktor yang sudah diberikan kepada rakyat Ponorogo tidak boleh ditarik kembali,” tegasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.