Rabu, 29 Juni 22

Menteri LHK Targetkan 2025 Indonesia Bebas Sampah

Menteri LHK Targetkan 2025 Indonesia Bebas Sampah
* Acara Rakornas Jakstranas Kementerian KLHK.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti Nurbaya mengatakan, target dari acara Rakornas Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga 2018 adalah, pada tahun 2025 persoalan sampah bisa dikelola 100% sehingga Indonesia bisa bebas sampah.

“Dengan Rakornas ini target pengelolaan sampah yang ingin dicapai adalah 100% sampah terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025 Indonesia Bersih Sampah,” ujar Siti di Kementerian LHK, Selasa (3/4/2018).

Siti menuturkan kerja bersama diperlukan dalam mencapai target pengelolaan sampah ditahun 2025 tersebut dengan melibatkan 32 kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dunia usaha dan pengelola kawasan serta masyarakat. Karenanya Rakornas ini diadakan
dalam rangka mensinergikan dan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan.

“Jakstranas harus bisa dilaksanakan di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan target pencapaian pengelolaan sampah nasional pada tahun 2025,” ujarnya.

Menurutnya, Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yang baru ditetapkan pada tanggal 23 Oktober 2017 merupakan terobosan baru dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengelolaan sampah terintegrasi mulai dari sumber sampai ke pemrosesan akhir.

“Jakstranas dan Jakstrada ini akan menjadi rencana induk pengelolaan sampah nasional dan daerah yang terukur pencapaiannya secara bertahap sampai tahun 2025, untuk itu saya berharap semua pemangku kepentingan dapat bekerjasama dan berkolaborasi untuk mencapai target Jakstranas,” tandasnya.

Ia menuturkan, paradigma penting dalam Perpres Jakstranas ini adalah konsep “pengurangan sampah” di sumbernya yang menjadi isu utama. Hal ini menunjukkan tekad yang sangat kuat untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampahnya melalui perubahan perilaku dan budaya masyarakat Indonesia.

“Untuk itu, perlu membangun kesadaran kolektif masyarakat dan anak bangsa, sehingga menjadi sebuah “Gerakan Masyarakat” yang besar dan masif dalam pengelolaan sampah,” tuturnya.

Ia menambahkan, nantinya gerakan masyarakat yang besar dan masif ini akan mendorong sampah menjadi sumber daya baru (renewable resources) yang sangat dahsyat bagi sistem perekonomian Indonesia (circular economy). Mengingat potensi timbulan sampah nasional didominasi sampah organik 57%, sampah plastik 16%, sampah kertas 10%, dan sampah lainnya 17%.

“Ini bisa berpotensi menjadi sumber daya baru bagi sektor industri untuk memanfaatkan sampah sebagai alternatif bahan baku industri,” imbuhnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.