Selasa, 30 November 21

Menteri Jonan Sidak Tiga Pusat Transportasi Umum

Menteri Jonan Sidak Tiga Pusat Transportasi Umum
* Kedatangan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan di Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (22/7/2015), sempat mengagetkan para pengunjung dan petugas jaga. (Foto-foto: Yusuf IH/Obsessionnews.com)

Semarang, Obsessionnews – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga pusat transportasi umum di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (22/7/2015). Yakni Terminal Terboyo, Bandara Internasional Ahmad Yani, dan Stasiun Semarang Tawang.

Menhub Ignatius Jonan  usai menjajal kereta andalan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi ( Daop 4) Semarang. yang bertemakan kebudayaan Jawa Tengah  (1)n usai menjajal kereta andalan PT KAI Daop 4 Semarang yang bertemakan kebudayaan Jawa Tengah  (1)
Menhub Ignatius Jonan usai menjajal kereta andalan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi ( Daop ) 4 Semarang yang bertemakan kebudayaan Jateng.

Dalam tinjauannya di bandara, Jonan menilai kapasitas terminal ruang tunggu terbilang kecil daripada tempat lain. Bahkan usai melihat realita di lapangan dan berdialog dengan sejumlah penumpang, ia menyarankan agar bandara direnovasi secara total.

“Memang sesak, dan misalnya kalau harus, ya diganti bandaranya,” ujarnya.

Meski begitu, ia meminta seluruh jajaran Angkasa Pura II tetap memberi pelayanan yang optimal agar penumpang tetap merasa nyaman serta mengurangi kepadatan arus balik.

Sebagai antisipasi, lanjut Jonan, otoritas bandara diminta untuk menghimbau para pengguna jasa agar datang lebih cepat. Hal tersebut menurutnya dapat membantu laju keberangkatan pesawat.

“Saya sarankan agar satu jam sebelumnya penumpang sudah ada di bandara,” tutur mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu.
Dalam kunjungan tersebut Menhub tidak menemukan kendala berarti dalam musim arus mudik lebaran tahun ini. Kendati demikian, ditemukan satu penerbangan tertunda ke arah Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

“Tidak ada yang batal. Cuma ada satu tadi yang batal, Garuda yang ke Denpasar,” terangnya lagi

Setelah puas meninjau bandara, Jonan bertolak ke arah terminal Terboyo. Di sini ia terkaget-kaget karena fasilitas terminal yang terbilang jelek. Dia berharap Pemerintah Kota Semarang segera membenahi fasilitas publik tersebut.

“Terboyo itu jelek sekali. Coba tanya Walikota-nya, lebih bagus Terboyo atau Poncol? Kalau lebih bagus Teboyo, berarti Menterinya yang bloon,” ungkapnya di sela-sela tinjauan.

Tak berhenti di situ saja, aksi Menhub semakin ‘menggila’ dengan memerintahkan petugas Dinas Perhubungan Semarang untuk menilang satu unit bus PO Jaya Utama patas jurusan Surabaya yang hendak berangkat dari terminal. Sikap Jonan itu terpicu karena speedo meter bus tidak berfungsi.

“Tilang saja, turunkan penumpangnya. Itu tak layak jalan dan membahayakan!” seru Jonan kepada para petugas jaga.

Akhirnya bus diarahkan ke pinggir jalan dan masuk kembali ke dalam terminal. Penumpang yang terlanjur membeli tiket dicarikan bus lain yang lebih layak pakai. Menurut Jonan, mayoritas kecelakaan di jalanan akibat pengemudi yang ugal-ugalan tanpa mengetahui kecepatan kendaraan.

Terkait bangunan fisik yang tidak memenuhi standar, Jonan menjelaskan pada 2017 mendatang penataan terminal tipe A akan didanai oleh pemerintah pusat. “Nanti pada tahun 2017 termintal daerah itu akan dikembalikan ke pusat, lalu akan dibangun,” tegasnya.

Selanjutnya ia menuju ke stasiun Tawang guna mengecek kondisi terkini dari para pemudik. Di sini ia cukup puas dengan kinerja PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan fasilitas yang disediakan. Menhub sempat menjajal kereta andalan PT KAI Daop 4 yang bertemakan kebudayaan Jateng.

“Yang penting jangan sampai ada calo. Pelayanan harus diutamakan bagi masyarakat yang ingin menggunakan kereta,” pungkasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.