Minggu, 24 Oktober 21

Menteri Jebak Jokowi ?

Menteri Jebak Jokowi ?
* Salamuddin Daeng.

Jakarta, Obsessionnews – Kepala Pusat Kajian Ekonom Politik (PKEP) Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Salamuddin Daeng, menilai daya beli masyarakat saat ini semakin turun. Menurutnya, dana desa tidak memberi solusi, karena tidak bisa diserap langsung oleh masyarakat.

“Ini masalah dan harus diatasi. Mengenai turunnya daya beli masyarakat, bukti kementerian terkait tidak bisa mengatasi masalah ini. Kalaupun diadakan reshuffle maka harus dapat mengatasi masalah,” ungkapnya pada Obsessionnews.com di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Menurut peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) ini, meningkatnya beban eksternal seperti utang luar negeri mempengaruhi kebijakan ekonomi Indonesia. “Apa benar pemerintah mau beternak utang, itu kan beban eksternal berdampak pada beban dan kewajiban besar di masa akan datang,” tuturnya.

Selain itu Daeng menilai diplomasi luar negeri Indonesia ugal-ugalan. Dia juga menganggapi kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman  Cina dan Jepang dilakukan tanpa landasan yang jelas. “Kebijakan itu tidak berlandaskan konstitusi. Apa benar pemerintah mau memelihara menteri-menteri yang melakukan diplomasi luar negeri yang ugal-ugalan dan  nggak jelas arahnya,” serunya.

Lebih lanjut Daeng menyoroti persoalan ditariknya subsidi untuk rakyat, sedangkan dana pajak ditingkatkan. Daeng menganggap hal itu bagian dari kebijakan ekonomi yang memeras rakyat dan bertentangan dengan Nawacita dan Trisakti, serta visi pemerintah.

“Pajak naik subsidi turun, kan memeras rakyat namanya. Kalau pajak naik subsidi mesti naik dong. Ini tidak benar, sepertinya Nawacita dan Trisakti digunakan untuk memeras rakyat dengan pajak yang tinggi dan subsidi rendah. Mestinya kebijakan harus sejalan dengan visi pemerintah,” harapnya.

Menurutnya, kabinet yang memiliki paradimga liberal mestinya di-reshuffle, sebab kebijakan tersebut tidak pro rakyat. Ini sama halnya dengan membuat jebakan lubang besar. “Saya pikir menteri-menteri ini seperti membuat jebakan lubang besar pada pemerintah ini. Pertama lubang utang pemerintah, lubang kewajiban luar negeri eksternal dengan investasi asing, swasta dan barang-barang impor,” ujarnya.

Ia menambahkan  lubang yang diciptakan bentuk gejolak sosial di mana kebijakan pemerintah terus menyerang hajat hidup orang banyak. “Itu diciptakan oleh menteri-menterinya, untuk membuat Jokowi ‘terbunuh’. Ini harus total besar-besaran melakukan perubahan melalui reshuffle,” tegasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.