Sabtu, 7 Desember 19

Menteri Budi Dukung Pengembangan Pelabuhan Benoa yang Ramah Lingkungan

Menteri Budi Dukung Pengembangan Pelabuhan Benoa yang Ramah Lingkungan
* Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (15/11/2019). (Foto: Kemenhub)

Bali, Obsessionnews.com -Pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali, yang mengedepankan konsep hijau sehingga lebih ramah lingkungan mendapat dukungan dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dukungan itu disampaikan Menhub saat mengunjungi Pelabuhan Benoa, , Jumat (15/11/2019).

Kementerian Perhuhungan (Kemenhub), kata Budi, memberikan dukungan penuh kepada Pelindo III dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk mengembangkan Pelabuhan Benoa. 51 persen lahannya dibuat green seperti hutan kota, dan 49 persen untuk yang lain itu untuk cruise, curah cair, perikanan dan kontainer.

“Jadi bisa dikatakan ini lengkap, untuk pariwisata bagus, untuk logistik juga bagus,” tuturnya.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemenhub, Jumat, dalam kesempatan tersebut Budi mengatakan, Pelabuhan Benoa merupakan infrastrukur terpenting bagi pengembangan pariwisata di Bali khususnya untuk wisata yang menggunakan kapal-kapal pesiar (cruise). Dengan adanya pengembangan Pelabuhan Benoa, yang awalnya kapal cruise tidak bisa bersandar ke depannya akan bisa bersandar. Dengan begitu, turis mancanegara dapat menikmati indahnya Bali dengan akses yang mudah.

“Hampir setiap bulan, dua kali kapal cruise datang ke sini dengan membawa penumpang lebih dari 1 000 orang. Bayangkan kalau mereka itu datang sebulan dua kali berarti ada lebih banyak lagi turis yang datang ke sini dan ini perlu ditangani dan dimanfaatkan dengan baik karena bisa meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata,” ungkapnya.

Budi berterima kasih kepada Gubernur Bali yang sudah mendukung pembangunan Pelabuhan Benoa ini yang sangat penting, terutama berkaitan dengan pariwisata dan juga logistik.

Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan konsep dan desain Pelabuhan Benoa telah disetujui setelah sebelumnya proses reklamasi diminta untuk dihentikan karena dikatakan merusak hutan lindung di sekitar Pelabuhan Benoa.

“Kita sudah bahas secara mendalam dengan Pelindo III. Semua desainnya sudah kita setujui sesuai dengan harapan kita dan desainnya sudah final, sudah saya tandatangani dan masyarakat sudah mendukung karena ramah lingkungan,” kata Wayan.

Sebagai informasi Pelabuhan Benoa mempunyai empat dermaga, yaitu Dermaga Selatan, Dermaga Timur, Dermaga Barat Selatan dan Dermaga Barat Utara. Pelabuhan Benoa mempunyai terminal penumpang domestik dengan luas 752 m² dan terminal penumpang internasional dengan luas 1.014 m². Ditargetkan pengembangannya akan rampung pada 2023.

Berdasarkan data Pelindo III, pada tahun 2019 ada 79 kapal cruise yang bersandar di Pelabuhan Benoa. Salah satu kelebihan kapal cruise dibandingkan dengan pariwisata berbasis transportasi udara adalah kapasitas angkutnya yang besar. Apabila pesawat terbang hanya mampu mengangkut 200-300 penumpang, kapal-kapal wisata dalam sekali angkut bisa membawa 2.000 hingga 3.000 wisatawan.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Benoa, Budi didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo, dan Dirut Pelindo III Doso Agung. Menhub dan Gubernur Bali kompak bermain gamelan bersama personel Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa yang menyambut kedatangannya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.